ANALISIS

Atalanta vs Man Utd: Pemain Tua Senjata Setan Merah

CNN Indonesia
Selasa, 02 Nov 2021 08:11 WIB
Manchester United layak untuk kembali mempertahankan duet striker veteran: Cristiano Ronaldo dan Edinson Cavani saat menghadapi Atalanta di Liga Champions. Duet Ronaldo dan Cavani layak untuk memimpin Manchester United lawan Atalanta. (Reuters/MATTHEW CHILDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manchester United layak untuk kembali mempertahankan duet striker veteran: Cristiano Ronaldo dan Edinson Cavani saat menghadapi Atalanta di Liga Champions.

Man Utd akan menghadapi Atalanta dalam pertandingan lanjutan Grup F di Stadion Gewiss, Bergamo, Italia, pada Rabu (3/11) dini hari WIB.

Kemenangan atas Tottenham Hotspur di Liga Inggris menambah kepercayaan diri Man Utd untuk mencuri kemenangan di markas Atalanta.


Ronaldo menjadi bintang dalam kemenangan tersebut dengan mencetak satu gol dan mencatatkan satu assist.

Cavani yang dipercaya menjadi rekan duet Ronaldo di lini depan Setan Merah juga berhasil menyumbang satu gol.

Penampilan pasangan tua-tua keladi itu pun mendapat pujian dari penggemar, pengamat, dan juga sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer.

Kerja keras dan pergerakan dua pasangan tua yang terus-menerus mereka lakukan sukses memberikan gangguan bagi pertahanan Tottenham.

"Saya sudah di sini tiga tahun dan pada sesi latihan Selasa, Edinson Cavani mungkin menjadi pemain terbaik dalam latihan yang pernah dilakukan siapa pun di sini," ucap Solskjaer dikutip dari Sportskeeda.

"Mereka [Ronaldo dan Cavani] bermain bersama dengan baik. Mereka sangat saling respek satu sama lain. Kami memiliki banyak pemain berbakat yang bisa belajar dari mereka berdua. Mereka harus belajar secepat mungkin, karena kerja keras dan kualitas yang diberikan keduanya tidak ada duanya."

Ronaldo dan Cavani telah menghabiskan 138 menit bersama di lapangan untuk Man Utd dan kini telah menghasilkan empat gol.

Maka itu, tidak ada salahnya jika Solskjaer kembali mempercayakan lini depan Man Utd pada pasangan veteran ini.

"Ini adalah sesuatu yang berhasil malam ini [lawan Tottenham] dan kami pasti akan melihatnya lagi untuk ke depannya. Orang-orang tua memimpin dari depan," kata Solskjaer.

Sebelum menang dari Tottenham, Solskjaer selalu memakai formasi 4-2-3-1 dengan Ronaldo menjadi ujung tombak. Sementara, tiga pemain di belakang Ronaldo ditempati Marcus Rashford di sisi kiri, Mason Greenwood di kanan, dan Bruno Fernandes sebagai playmaker atau second striker.

Namun, formasi ini tidak berjalan mulus karena penyerang-penyerang muda Man Utd yang berada di lini kedua yaitu Rashford dan Greenwood dinilai terlalu 'serakah' lantaran kerap memilih menembak bola langsung ke gawang lawan ketimbang memanjakan Ronaldo dengan umpan-umpan crossing.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Ronaldo pun kerap dibuat kesal dengan pengambilan keputusan yang tidak tepat para penyerang muda Man Utd tersebut.

Tetapi, dengan menempatkan dua striker di lini depan saat melawan Tottenham, maka secara otomatis para pemain gelandang dan pemain sayap Man Utd akan mengirimkan umpan crossing yang tertuju pada dua penyerang Man Utd yaitu Ronaldo dan Cavani.

Ya, Solskjaer menggunakan formula baru saat Man Utd menghadapi Tottenham. Dalam pertandingan ini Man Utd bermain dengan formasi 3-5-2. 

Tiga pemain belakang diisi Raphael Varane yang baru kembali dari cedera diapit Harry Maguire dan Victor Lindelof.

Varane mampu menjadi jantung di lini belakang Man Utd. Bek asal Prancis itu berhasil memandu rekan-rekan di lini belakang untuk membuat gawang Setan Merah clean sheet untuk kali kedua di Liga Inggris musim ini sejak menghadapi Wolverhampton Wanderers pada 29 Agustus 2021.

Sementara, di posisi sayap Solskjaer mendorong Aaron Wan Bissaka dan Luke Shaw lebih ke depan untuk membantu serangan dan bertahan.

Dengan formasi ini Man Utd juga lebih menguasai lini tengah. Di lini tengah Solskjaer menempatkan tiga pemain yaitu Fred, Scott McTominay, dan Bruno Fernandes. Fred bertugas sebagai pemutus serangan, Scott McTominay sebagai penjaga tempo permainan, dan Bruno Fernandes sebagai pengatur serangan.

Dengan formasi ini Man Utd sukses mencatatkan 10 peluang on target dengan sembilan di antaranya tercipta melalui open play dan satu serangan lewat serangan balik.

Formasi ini sangat positif untuk kembali dipergunakan Man Utd saat melawan Atalanta di Liga Champions.

Meski begitu, Solskjaer menilai yang terpenting bagi timnya adalah kualitas permainan bukan sistem permainan.

"Kami memiliki skuad untuk bermain dengan berbagai cara. Anda dapat mematikan sistem apa pun, tetapi ini tentang pemain yang mengeksekusi. Cara kami bermain lebih penting daripada sistem.

"Kami memiliki pemain untuk memainkan banyak sistem berbeda - tiga bek, lima bek, dengan pemain sayap atau lainnya. Kami melihat Tottenham, memainkan sistem itu dan itu berhasil. Tapi, saya tidak bisa mengatakan apa yang akan kami lakukan besok malam," ucap Solskjaer dalam konferensi pers jelang hadapi Atalanta dikutip dari The United Stand, Senin (1/11) malam.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Solskjaer Butuh Kemenangan Lagi untuk Meredam Tekanan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER