Jakarta, CNN Indonesia -- Penampilan Timnas Indonesia saat mengalahkan Myanmar menghadirkan harapan jelang tampil dalam ajang antarnegara Asia Tenggara, Piala AFF 2021, pada Desember mendatang.
Usai kekalahan tipis dari Afghanistan, hasil melawan Myanmar seperti memberikan bukti Timnas Indonesia berbenah di bawah arahan Shin Tae Yong dalam kurun satu pekan.
Kendati kerap bermain tanpa bola sejak awal, Timnas Indonesia mampu menghadirkan petaka bagi lawan. Myanmar yang tampil agresif mengalami kendala ketika masuk daerah pertahanan Indonesia dan kian menderita menghadapi serangan yang dirancang Evan Dimas dan kawan-kawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah sangat senang kami mampu meraih kemenangan di laga ini. Ini berkat kerja keras dan kekompakan seluruh pemain," ujar Irfan Jaya, salah satu pencetak gol ke gawang Myanmar, dikutip dari situs resmi PSSI.
Rasa senang pemain pun dinilai Shin bisa memberi kepercayaan diri menuju Piala AFF.
Berikut tiga poin plus Timnas Indonesia saat menggebuk Myanmar 4-1:
1. Gol
Persis seperti yang dikatakan Shin sebelum pertandingan melawan Myanmar, masalah penyelesaian akhir tampak menjadi perhatian tim pelatih.
Ketika kalah 0-1 dalam laga melawan Afghanistan, Timnas Indonesia memiliki sederet peluang yang gagal dimanfaatkan. Pemandangan itu langsung dibayar tunai oleh Ricky Kambuaya dan Irfan yang percaya diri melakukan finishing di menit-menit awal.
Witan Sulaeman pun menampilkan finishing khas setelah mendapatkan bola di kotak penalti kendati mendapat kawalan lawan.
Kendati masih ada peluang terbuang, setidaknya kemenangan dengan empat gol dalam satu pertandingan kali ini merupakan yang terbanyak selama dilatih Shin.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Efektif dan Transisi
Evan Dimas menjadi pilihan utama Shin Tae Yong dalam laga-laga Timnas Indonesia. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
2. Main Efektif
Timnas Indonesia semula lebih cenderung bertahan, namun dalam kondisi tak sering memegang bola ada dua gol tercipta melalui Ricky dan Irfan.
Proses gol yang singkat dan tak membutuhkan waktu lama serta utak-utik bola dari pemain, sepertinya menjadi keinginan Shin di Timnas Indonesia.
Permainan ini sempat terlihat sebelumnya ketika Timnas Indonesia bertemu Thailand dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2022, pertengahan tahun ini.
Namun yang menjadi permasalahan, anak asuh Shin tak selalu bisa memperagakan permainan seperti ini ketika bertemu kesebelasan-kesebelasan yang memiliki level dan kualitas lebih baik.
3. Bertahan dan Transisi
Sempat banyak menerima serangan Hlaing Bo Bo dan kawan-kawan, lini belakang menunjukkan kemampuan peredaman yang cukup baik. Ini menunjukkan Timnas Indonesia setidaknya memiliki level permainan tersendiri, dan tidak mudah diekspos sembarang lawan.
Alfeandra Dewangga tak canggung main bersama Fachruddin Aryanto. Sementara Shin juga memiliki banyak opsi di posisi bek tengah, seperti Victor Igbonefo dan Ryuji Utomo. Sementara untuk posisi full back kemungkinan besar Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan tak tergeser.
Setelah mampu membentengi gawang, transisi dari bertahan ke menyerang yang diperagakan Timnas Indonesia terbukti bisa berjalan mulus dengan kehadiran gol-gol di saat lawan asyik menyerang.
Assist Ezra, Alfeandra, dan Ricky menunjukkan koneksi tim yang cukup baik. Peran Rachmat Irianto dan Evan Dimas pun tak bisa disepelekan kendati tak langsung terlibat dalam proses penciptaan gol.
[Gambas:Video CNN]