Laos Bantah 'Main Sabun' Lawan Indonesia di Piala AFF

CNN Indonesia
Sabtu, 15 Jan 2022 14:46 WIB
Federasi Sepak Bola Laos (LFF) membantah timnas Laos 'main sabun' saat menghadapi Indonesia dan Malaysia di Piala AFF 2020 (Piala AFF 2021). LFF menegaskan tidak ada pengaturan skor pada pertandingan Laos di Piala AFF. (ANTARA/Humas PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Federasi Sepak Bola Laos (LFF) membantah telah 'main sabun' saat menghadapi Timnas Indonesia dan Malaysia di Piala AFF 2020 (Piala AFF 2021).

Dalam rilis terbarunya, dikutip dari Bongda24h, LFF memastikan tidak ada pengaturan skor di seluruh laga Laos di Piala AFF, termasuk dua laga yang paling dicurigai adanya 'permainan' yaitu melawan Indonesia dan Malaysia.

Seperti diketahui, pada pertandingan penyisihan Grup B Piala AFF 2020, Laos menelan kekalahan telak 0-4 dari Malaysia dan takluk 1-5 dari Indonesia. Kekalahan telak itu pun dikait-kaitkan pada kasus 45 pesepakbola Laos yang diganjar sanksi larangan bermain seumur hidup akibat terlibat pengaturan skor.


Hukuman kepada 45 pemain itu disampaikan oleh Sekjen LFF Kanya Keomany pada konferensi pers, 7 Januari 2022.

"LFF ingin mengklarifikasi pengaturan pertandingan yang disebutkan dalam konferensi pers pada 7 Januari 2022 tentang pelanggaran individu dan pemain yang berdampak serius pada kinerja tim nasional Laos," tulis LFF dalam rilis terbarunya dikutip dari Bongda24h.

"LFF juga ingin mengklarifikasi bahwa semua tindakan indisipliner terjadi pada pertandingan yang dimainkan di turnamen pada 2015, 2016, 2017."

Pada 2017, ada 20 pemain yang terlibat dalam pengaturan skor pada pertandingan di 2015 dan 2016.

Mereka telah mendapat sanksi larangan bermain di Asia seumur hidup. Kemudian saat FIFA turun tangan, para pemain itu mendapat hukuman tambahan yaitu dilarang bermain di seluruh dunia.

Pada 2018, total 27 orang dinyatakan terlibat dalam pengaturan pertandingan pada 2017 dan telah mendapatkan sanksi dari LFF.

Banner Testimoni

Pada 2020, ada tiga pemain dengan kasus serupa yang dihukum larangan bermain di seluruh dunia oleh FIFA setelah dilarang oleh AFC bermain di Asia.

"LFF menegaskan bahwa semua pemain dan ofisial yang telah berpartisipasi di Piala AFF 2021 atau turnamen lainnya tidak terlibat dalam pelanggaran tersebut di atas," tulis LFF.

"LFF juga menegaskan kembali kami akan terus bekerjasama dengan FIFA, AFC, mitra, dan otoritas terkait tanpa toleransi untuk memerangi segala bentuk manipulasi pertandingan dalam sepak bola."

Menurut informasi dari Sekjen LFF, Kanya Keomany, 45 pemain dalam daftar hitam ini sebagian besar berasal dari tim nasional Laos. Mereka tidak hanya terlibat dalam pengaturan pertandingan, tetapi kelompok pemain ini juga terlibat dalam pemilihan pemain di pertandingan internasional.

[Gambas:Video CNN]



(rhr/nva)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER