Eks Pelatih Timnas Putri: Indonesia Harus Siap Kalah Besar

CNN Indonesia
Rabu, 19 Jan 2022 15:22 WIB
Mantan pelatih Timnas Putri Indonesia, Rully Nere, mengingatkan Garuda Pertiwi harus siap kalah dengan skor besar di Piala Asia Wanita 2022. Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia Wanita untuk kali pertama dalam 33 tahun. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan pelatih Timnas Putri Indonesia, Rully Nere, mengingatkan Garuda Pertiwi harus siap kalah dengan skor besar di Piala Asia Wanita 2022.

Timnas Putri tergabung di Grup B bersama Australia, Thailand, dan Filipina. Mengacu peringkat FIFA, Indonesia terlemah. Australia di posisi ke-11, Thailand (38), Filipina (64), dan Indonesia (94).

"Kita harus siap menerima kekalahan besar. Selama belum ada kompetisi jangan berharap, karena di grup ini kita paling lemah. Bukannya mengecilkan Timnas, ini tim yang lain akan mencari gol," kata Rully kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/1).


Rully sempat menangani Timnas Putri pada 2015 kalah 0-7 dari Matildas, sebutan Timnas Putri Australia, di Piala AFF. Dari skuad Australia di 2015 itu tersisa dua nama pemain yang masih main.

Kedua pemain tersebut adalah Ellie Madison Carpenter dan Teagan Jade Micah. Adapun dari skuad Timnas Putri tersisa satu nama, Ade Mustikiana. Kini Ade menjadi kapten Timnas Putri.

Lawan Timnas Putri di laga perdana Piala Asia Wanita 2022 adalah Australia. Rully berharap suporter Indonesia tak memberi beban tinggi kepada Garuda Pertiwi pada laga di pertandingan di Mumbai Football Arena, Jumat (21/1).

"Australia ini kan konsisten, punya kompetisi yang berjalan, kalau kita tidak punya. Biar bagaimanapun juga akan susah, karena pemain mereka ditempa di kompetisi," ucap Rully.

"Kalau buat saya Timnas Putri melawan Australia di Piala Asia Wanita 2022, kita harus menerima kenyataan. Selama kita belum punya kompetisi, jangan bicara prestasi," ujar Rully menambahkan.

Karenanya Rully mendesak PSSI membentuk kompetisi sepak bola yang rutin. Jika tidak sepak bola wanita Indonesia akan terus terbelakang, tidak hanya di dunia, tapi juga di Asia Tenggara.

"Yang salah ini federasinya. Bikin kompetisi dulu. Selama belum ada kompetisi jangan kita mengharap yang macam-macam. Sekarang susah karena kita tidak punya kompetisi. Kasihan pelatih," katanya.

[Gambas:Video CNN]

(abs/har)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER