WAWANCARA EKSKLUSIF

Thomas Doll: Dari Persib vs Persija, Mobil Lapis Baja, Hingga STY

CNN Indonesia
Jumat, 30 Sep 2022 07:50 WIB
Dalam wawancara eksklusif bersama CNNIndonesia.com, Thomas Doll berbicara mengenai Persib vs Persija hingga ingin bertemu Shin Tae Yong. Thomas Doll antusias jelang Persib vs Persija. (CNN Indonesia/ Meutia Rahmawati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thomas Doll menjadi salah satu pelatih kelas dunia yang mewarnai persaingan Liga 1 musim ini. Jelang duel sengit Persib Bandung vs Persija Jakarta, CNNIndonesia.com berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Doll.

Persija menyita perhatian saat mengumumkan Thomas Doll sebagai pelatih pada pertengahan 2022. Doll merupakan pelatih kawakan asal Jerman dengan segudang pengalaman. Ia sudah pernah menangani tim elite seperti Borussia Dortmund dan Hannover 96, Al Hilal, hingga APOEL.

Juru taktik asal Jerman itu juga sudah banyak makan asam garam sebagai pemain. Ia pernah berseragam beberapa klub top Eropa seperti Lazio, Eintracht Frankfurt, Bari, hingga Hamburg SV.

Tak ada yang menyangka Doll melebarkan sayapnya jauh ke Asia Tenggara. Pelatih 56 tahun itu memilih Persija Jakarta sebagai bagian dari perjalanan kariernya.

Kepada CNNIndonesia.com, Doll menceritakan kesan melatih di Indonesia, fanatisme 'gila' suporter Indonesia, hingga rivalitas Persija vs Persib.

Berikut wawancara eksklusif CNNIndonesia.com bersama Thomas Doll:

Persija adalah klub pertama Anda di Indonesia. Apakah Anda sudah punya pengalaman aneh sejauh ini?

Sebelumnya saya tidak tahu apapun tentang sepak bola Indonesia. Anda tahu kami berasal dari Eropa yang menonton banyak pertandingan sepak bola.

Tapi saya sangat terkejut karena kualitas, saya berbicara mengenai kualitas pertandingan di sini. Saya melihat banyak pertandingan sepak bola yang baik, tidak hanya ketika kami bertanding.

Itu artinya sepak bola Indonesia ada di jalur yang benar. Stadion penuh [dengan penonton] untuk mendukung dan menyaksikan pertandingan. Permainan sepak bola di sini juga cepat dengan banyak aksi.

Saya pikir untuk masa depan, jika mereka bekerja keras di negara ini mulai dari akademi dalam membina pemain muda, masa depan sepak bola mereka akan baik. Itu harus jadi targetnya.

Pelatih Persija Thomas Doll (kiri) memperhatikan para pemain saat latihan di Lapangan Nirwana Park, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/5/2022). Persija Jakarta merekrut pelatih dan asisten pelatih baru untuk memperkuat tim guna menghadapai kompetisi Liga 1. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.Thomas Doll memuji sepak bola Indonesia. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Bicara soal fanatisme suporter Indonesia yang 'gila' sepak bola, apa pendapat Anda tentang mereka?

Sampai sekarang benar-benar sulit dipercaya, tapi dalam arti yang positif. Saya ingat ketika di laga persahabatan kami yang pertama setelah pandemi, stadionnya penuh dan penonton bernyanyi setelah pertandingan.

Ketika mereka berada di lapangan, semua orang merinding. Itu momen yang fantastis. Mereka [suporter] sudah melakukan perjalanan jauh. Jakmania ada di mana-mana di Indonesia.

Kami punya hubungan yang baik dengan suporter dan Presiden Jakmania. Ini momen yang membahagiakan. Tidak hanya cara kami bermain, tapi juga dengan hasilnya, kemudian juga kekuatan yang kami berikan di lapangan. Tapi tentu kami butuh waktu, banyak waktu.

Sudah dengar cerita gila tentang sepak bola Indonesia? Ada contoh beberapa tahun lalu pemain pernah naik kendaraan lapis baja untuk masuk ke lapangan di pertandingan Persija dan Persib.

Sekarang sudah tahun 2022, saya pikir hal itu seharusnya sudah tidak diperlukan lagi. Saya mengerti Persija adalah rival [Persib] Bandung. Tapi kita seharusnya hanya memperhatikan aspek sepak bolanya, tidak lebih.

Banner live streaming MotoGP 2022

Tidak boleh ada hal-hal politis seperti itu. Orang-orang ingin menonton sepak bola yang indah. Ada keluarga yang menonton di stadion, ada anak-anak di stadion. Saya pikir kita harus bisa jadi contoh baik agar bisa menunjukkan pertandingan sepakbola yang indah. Sebagai satu negara, wajar ada banyak pertandingan dan normal ada banyak derby.

Di Dortmund juga begitu, banyak penonton yang bernyanyi di stadion. Tapi tidak boleh terjadi lagi di pertandingan sepak bola ada tentara dengan tank karena hanya karena segelintir suporter [yang berperilaku buruk]. Tidak semua suporter seperti itu.

Memang ada suporter yang gila, perlu ada yang menangani ini. Polisi perlu mengendalikan ini demi siapapun yang berada di stadion. Saya tidak hanya berbicara soal pertandingan sepak bola, tapi juga orang-orang yang berada di stadion.

Tidak ada orang yang ingin ketakutan dan ini tidak boleh terjadi di setiap pertandingan dan ini juga harus menjadi target di akhir pekan ini tidak hanya di dalam lapangan tapi juga di luar lapangan.

Bersambung ke halaman kedua >>>

Terkejut Belum Bertemu Shin Tae Yong

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER