Ingin Damai, Persebaya Berniat Bantu Akhiri Permusuhan Bonek-Aremania

CNN Indonesia
Rabu, 05 Okt 2022 21:09 WIB
Persebaya Surabaya turut berduka dan berniat untuk mengakhiri permusuhan dengan Arema FC pasca Tragedi Kanjuruhan. Ilustrasi Bonek saat mendukung Persebaya Surabaya. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Persebaya Surabaya turut berduka dan berniat untuk mengakhiri permusuhan Bonek dengan suporter Arema FC pasca Tragedi Kanjuruhan.

Tim berjuluk Bajul Ijo itu telah berkomunikasi dengan pihak Arema. Komunikasi dilakukan perwakilan pemegang saham Persebaya, Azrul Ananda dengan Presiden klub Arema Gilang Widya Permana.

Selain itu, komunikasi juga telah terjalin antara Aremania dan Bonek. Langkah ini diambil dalam upaya perdamaian antara kedua belah pihak.

"Kami manajemen Persebaya, bersama seluruh barisan, pelatih, pemain, staf, juga bersama teman-teman suporter Persebaya, pertama-tama ingin mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya terhadap seluruh korban dan keluarga atas tragedi di Kanjuruhan," bunyi pernyataan Persebaya di akun Twitter resmi klub pada Rabu (5/10).

"Azrul Ananda, perwakilan keluarga pemegang saham Persebaya, juga telah berkomunikasi langsung dengan Presiden Klub Arema Gilang Widya Permana, untuk membahas hubungan kedua pihak ke depan. Teman-teman Bonek juga sudah berhubungan dengan teman-teman Aremania. Nawaitu-nya sama, untuk mengakhiri segala permusuhan, dan mengawali serta membina hubungan yang lebih baik ke depannya."

Dalam pernyataannya, pihak Persebaya memastikan sudah terjadi kesepakatan antara Bonek dan Aremania untuk melakukan pertemuan. Harapannya pertemuan ini juga bisa mendapatkan dukungan penuh dari kalangan suporter Persebaya.

"Semoga segala niat dan tujuan baik dari kedua pihak ini bisa dipahami dan didukung oleh sebanyak mungkin teman-teman, kalau memang belum bisa semuanya. Karena bagaimana pun, persaingan hanyalah 90 menit di lapangan, sebelum dan sesudahnya kita semua adalah saudara."

Persebaya dan Arema FC memang dua tim yang punya rivalitas tinggi. Rivalitas ini pula yang membuat laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10), tidak dihadiri Bonek sesuai arahan pihak keamanan.

Meski Bonek tidak hadir, tragedi justru terjadi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. Tragedi ini bermula ketika aparat mencoba membubarkan Aremania yang turun ke lapangan usai pertandingan.

Dalam rangkaian upaya membubarkan massa di lapangan, aparat menggunakan gas air mata yang juga diarahkan ke tribun. Para suporter yang berada di tribun panik, sehingga berupaya berdesak-desakan keluar dari stadion. Di tengah kepanikan itu, banyak penonton mengalami sesak napas, terjatuh, dan terinjak-injak hingga tewas.

[Gambas:Video CNN]

(jal/jun)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER