Kesaksian Pilu Maringa: Ketakutan Lihat Orang Sekarat dan Meninggal

CNN Indonesia
Rabu, 05 Okt 2022 17:41 WIB
Kiper Arema FC Adilson Maringa mengaku sulit melupakan momen dalam Tragedi Kanjuruhan usai laga melawan Persebaya Surabaya. Kiper Arema FC Adilson Maringa dilanda rasa takut saat Tragedi Kanjuruhan. (ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kiper Arema FC Adilson Maringa mengaku sulit melupakan momen dalam Tragedi Kanjuruhan usai laga melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10).

Maringa mengatakan peristiwa malam itu sulit untuk digambarkan saat diwawancara ESPN Brasil. Pemain asing asal Brasil itu bahkan mengaku hingga kini masih syok karena belum pernah melihat kengerian seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan sepanjang karier sepak bolanya.

"Sangat sulit untuk dikatakan. Ini adalah malam yang tidak terlupakan dari aspek yang negatif. Sampai sekarang kami masih syok karena peristiwa tersebut. Saya belum pernah menyaksikan peristiwa mengerikan seperti ini. Saya benar-benar mengkhawatirkan hidup saya," ujarnya.

Maringa pun dilanda kekhawatiran terkait kondisi kekasihnya yang turut hadir di tribun dalam laga Arema vs Persebaya. Hal ini lantaran tidak ada koneksi sinyal saat kerusuhan pecah di Stadion Kanjuruhan.

"Kami tidak berkomunikasi selama lima jam dan saya tidak tahu apakah dia baik-baik saja. Saya juga tidak bisa memberitahu keluarga saya di Brasil," ucap Maringa.

"Bagian terburuknya ketika ada sekitar delapan orang yang menghirup banyak gas air mata dibawa ke ruang ganti karena ada dokter di sana dan mereka meninggal. Itu membuat saya takut dan saya berkata dalam hati 'Ya Tuhan, saya akan kehilangan nyawa dalam sebuah pertandingan. Apa yang akan terjadi dengan hidup kami? Orang-orang sekarat. Itu adalah perang yang nyata," ia melanjutkan.

Maringa bukan satu-satunya pemain Arema yang dilanda kengerian dengan peristiwa yang terjadi saat Tragedi Kanjuruhan. Hal serupa juga dirasakan pemain-pemain asing seperti Abel Camara, Sergio Silva, hingga para pemain lain yang begitu terpukul atas tragedi luar biasa ini.

Tragedi Kanjuruhan menyebabkan 131 orang meninggal dunia. Insiden ini menjadi tragedi sepak bola dengan korban jiwa terbesar kedua di dunia.

[Gambas:Video CNN]

(jal/jun)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER