Cara Polri Cegah WNA Kabur Usai Ditilang ETLE

fea | CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 15:00 WIB
Data tilang ETLE diintegrasikan dengan data keimigrasian buat mencegah WNA kabur dari Indonesia usai melakukan pelanggaran lalu lintas. Data tilang ETLE diintegrasikan dengan data keimigrasian buat mencegah WNA kabur dari Indonesia usai melakukan pelanggaran lalu lintas. (CNN Indonesia/Khadafi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polri dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhumkam) mempersulit Warga Negara Asing (WNA) meninggalkan Indonesia bila belum menyelesaikan proses tilang elektronik berbasis kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).  Kemenhumkam mengungkap telah mengintegrasikan data tilang elektronik dengan Sistem Manajemen Informasi Keimigrasian (SIMKIM).

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman Nomor NK/3/2/2020, dan Nomor M-HH-01.05.05 Tahun 2020 tentang Optimalisasi Tugas, Fungsi di Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia antara Polri dan Kemenhumkam.

"WNA yang melanggar lalu lintas akan dicegah dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) berdasarkan permintaan kepolisian," kata Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kemenkumham Widodo Ekatjahjana, disitat dari Antara, Rabu (30/11).

Kata Widodo pada dasarnya imigrasi bisa mengambil tindakan administratif keimigrasian untuk menuntut kepatuhan WNA pada yurisdiksi hukum Indonesia.

Menurut Widodo jika WNA yang ditilang ETLE sudah menyelesaikan kewajibannya atas pelanggaran lalu lintas maka diizinkan keluar dari wilayah Indonesia.

"Jika ada WNA yang terbukti melanggar dan mangkir, masyarakat dipersilakan untuk melapor ke imigrasi," kata Widodo.

Widodo menyoroti Bali sebagai salah satu wilayah yang banyak orang asing melanggar lalu lintas. Dia mengimbau pemilik jasa sewa kendaraan lebih hati-hati menyewakan kendaraannya pada WNA sebab sistem ETLE menerapkan tilang pada pemilik kendaraan bukan pengemudi pelaku pelanggaran.

ETLE diterapkan di Bali untuk pertama kalinya pada Senin (28/11) usai infrastruktur kamera-kamera dipasang menjelang KTT G20. Polda Bali mengungkap pada hari pertama sebanyak 300 pemilik kendaraan dikirim surat konfirmasi tilang karena terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas.

[Gambas:Video CNN]



(fea/fea)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER