"Yang penting kan bagaimana, DPD I dan DPD II yang punya hak suara ada di kami. Jadi kami optimis," ujar Nurul di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/11). (Baca juga:
Menurutnya, kekisruhan yang sempat terjadi sejak hari Senin (24/11) dan memuncak pada Selasa (25/11) lalu di Kantor DPP Golkar membuat semangat Golkar tumbuh besar dalam dirinya beserta loyalis Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie lainnya.
Ia mengklaim melalui sebegitu rupa bentuk intervensi yang terjadi dalam tubuh Golkar, membuat semangat DPD II menjadi tumbuh dan membuat Golkar semakin solid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saling Klaim Suara
Berkampanye dan saling klaim jumlah dukungan suara, menurut Wakil Ketua Umum Golkar Theo L. Sambuaga, merupakan bagian dari dinamika dan menjadi hak para bakal calon ketua umum Golkar. Mayoritas dukungan akan pergi ke calon mana, kata Theo, baru akan terlihat di Munas.
Sambil bercanda, Theo mengatakan apabila jumlah suara yang diklaim para bakal calon ketua umum Golkar itu benar, maka total suara bisa mencapai seribu, tak hanya 554 seperti seharusnya.
“Saya dengar ada bakal calon yang sudah mengumpulkan dukungan sampai 400 suara, lalu Pak Agung 300 suara dan Pak Priyo 300 suara. Nah, kan kalau ditotal lebih dari seribu suara,” kata Theo tertawa. Theo, seperti Fadel, masuk ke kubu Ical.
Sebelumnya, Agung Laksono mengaku mendapat dukungan antara lain dari DPD Golkar Sulawesi Selatan. “Total dukungan sudah lebih dari 50 persen. Ketentuan (untuk mencalonkan diri menjadi ketua umum) kan mengantongi dukungan 30 persen,” kata mantan ketua DPR itu.
Sementara Priyo mengklaim telah mengantongi dukungan resmi dari 380 DPD II Golkar se-Indonesia. Maka target minimal 30 persen suara untuk maju ke pertarungan ketua umum Golkar, ujar Priyo, telah dia kantongi. “Alhamdulillah. Ada juga dukungan dari DPD I Golkar,” ujar mantan Wakil Ketua DPR itu.