Komisi III Cecar Kapolri terkait Perkara Dugaan Makar
Tiara Sutari | CNN Indonesia
Senin, 05 Des 2016 12:29 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menghadiri rapat dengar pendapat di Komisi III DPR, Senin (5/12). Pada rapat tersebut, Tito diminta memaparkan sejumlah kinerja kepolisian, salah satunya kasus dugaan makar yang dituduhkan ke sejumlah tokoh.
Tito menuturkan, saat ini kepolisian masih mendalami perkara tersebut. Penangkapan dilakukan, kata dia, sebagai antisipasi terhadap sekelompok orang memanfaatkan #Aksi212 untuk kepentingan yang berdampak negatif untuk negara.
"Kami tidak ingin aksi damai yang dilakukan oleh ulama itu disusupi agenda lain," kata Tito.
Pemaparan Tito itu mendapatkan komentar sejumlah anggota Komisi III. Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Hasrul Azwar misalnya, meminta Tito menjelaskan kasus dugaan makar tersebut secara lebih mendalam.
"Bukan hanya kami yang mempertanyakan indikasi makar itu. Seluruh masyarakat Indonesia juga ingin tahu," ucap Hasrul.
Adapun, terkait #Aksi212, Tito menyebut lembaganya telah bekerja secara maksimal. Kegiatan berisi doa dan salat Jumat bersama itu disebutnya berlangsung secara damai.
"Tepat pukul 16.00 WIB, Jumat lalu, kami menyisir seluruh jalan di sekitar Soedirman-Thamrin. Massa yang sangat banyak itu sudah tidak ada dan mereka tidak melakukan kericuhan," kata Tito.
Hingga berita ini diturunkan, rapat dengar pendapat itu masih berlangsung.
Selain soal makar, anggota Komisi III juga berencana membahas pengamanan sejumlah kegiatan berskala besar, seperti pilkada serentak tahun 2017.
Para legislator juga mendalami kasus yang menjadi perhatian publik, yakni dugaan penodaan agama yang dituduhkan kepada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan kasus dugaan penyebaran kebencian yang menjerat Buni Yani. (abm/yul)
Tito menuturkan, saat ini kepolisian masih mendalami perkara tersebut. Penangkapan dilakukan, kata dia, sebagai antisipasi terhadap sekelompok orang memanfaatkan #Aksi212 untuk kepentingan yang berdampak negatif untuk negara.
"Kami tidak ingin aksi damai yang dilakukan oleh ulama itu disusupi agenda lain," kata Tito.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, terkait #Aksi212, Tito menyebut lembaganya telah bekerja secara maksimal. Kegiatan berisi doa dan salat Jumat bersama itu disebutnya berlangsung secara damai.
Hingga berita ini diturunkan, rapat dengar pendapat itu masih berlangsung.
Para legislator juga mendalami kasus yang menjadi perhatian publik, yakni dugaan penodaan agama yang dituduhkan kepada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan kasus dugaan penyebaran kebencian yang menjerat Buni Yani. (abm/yul)