Pramono soal Reshuffle: Jokowi Beri Kabar Baik pada Menteri
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Rabu, 04 Jan 2017 16:34 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo memberikan kabar baik kepada jajaran menteri Kabinet Kerja dalam sidang kabinet paripurna hari ini. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Jokowi mengawali sidang kabinet paripurna dengan penjelasan kepada menteri perihal isu perombakan kabinet.
"Kabar bahagia untuk menteri. Buat menteri, loh, ya. Tidak ada reshuffle kabinet," kata Pramono di Istana Bogor, Rabu (4/1).
Menurut Pramono, Presiden menyampakan hal itu menyusul kembali maraknya isu soal reshuffle dalam beberapa pekan terakhir.
Presiden diisukan bakal melakukan reshuffle atau perombakan kabinet jilid III untuk mengakomodasi Partai Golkar, terutama setelah Ade Komarudin tak lagi menjabat sebagai Ketua DPR.
Isu ini juga dikaitkan dengan semakin akrabnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Jokowi. Dukungan penuh diberikan Prabowo kepada Jokowi saat menghadapi Aksi 411 dan Aksi 212.
Isu itu sebenarnya sudah dibantah oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, pada November, saat menghadiri rapat pemilihan pimpinan Panitia Khusus RUU Pemilu.
"Saya kira kami sudah mengambil satu posisi yang strategis. Berada di luar pemerintahan juga merupakan posisi yang strategis bagi Gerindra," kata Fadli.
Namun isu reshuffle kembali menguat setelah Presiden menggelar serangkaian pertemuan politik dengan sejumlah ketua partai lain. Atas hal tersebut, Pramono menyatakan tidak akan ada reshuffle dalam waktu dekat.
"Tidak ada reshuffle kecuali yang perlu direshuffle karena beberapa hal. Tidak dalam waktu dekat," kata Pram. (wis)
"Kabar bahagia untuk menteri. Buat menteri, loh, ya. Tidak ada reshuffle kabinet," kata Pramono di Istana Bogor, Rabu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu ini juga dikaitkan dengan semakin akrabnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Jokowi. Dukungan penuh diberikan Prabowo kepada Jokowi saat menghadapi Aksi 411 dan Aksi 212.
"Saya kira kami sudah mengambil satu posisi yang strategis. Berada di luar pemerintahan juga merupakan posisi yang strategis bagi Gerindra," kata Fadli.
Namun isu reshuffle kembali menguat setelah Presiden menggelar serangkaian pertemuan politik dengan sejumlah ketua partai lain. Atas hal tersebut, Pramono menyatakan tidak akan ada reshuffle dalam waktu dekat.
"Tidak ada reshuffle kecuali yang perlu direshuffle karena beberapa hal. Tidak dalam waktu dekat," kata Pram. (wis)