Airlangga Dinilai Penuhi Kualifikasi Politik dan Profesional

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 27/07/2016 13:53 WIB
Airlangga Dinilai Penuhi Kualifikasi Politik dan Profesional Ketua DPR dari Partai Golkar Ade Komarudin mengucapkan selamat kepada Presiden RI Joko Widodo dengan adanya reshuffle terhadap sejumlah menteri. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar Ade Komarudin sangat mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo menunjuk Airlangga Hartarto menjadi Menteri Perindustrian.

Dalam reshuffle sejumlah menteri, politikus Golkar Airlangga Hartarto terpilih menjadi Menteri Perindustrian menggantikan posisi Saleh Husin.

Ade menilai presiden telah melakukan langkah yang tepat dengan memilih Airlangga. Hal ini, kata dia, karena Airlangga dapat memenuhi kualifikasi secara politik maupun profesional.


"Bukan hanya secara akomodasi politik, tapi secara profesional Pak Airlangga bisa dipertanggungjawabkan kepada rakyat," ucap Ade di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (27/6)

Menurutnya, pertimbangan Jokowi memasukkan Airlangga dalam jajaran kementerian sudah tepat dilakukan.

Menurut Ade, rencana reshuffle mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat. Hal ini karena adanya perbaikan pada nilai rupiah atas dollar yang menguat.

Ade selanjutmya mengucapkan selamat atas perombakan terhadap sejumlah menteri dan kepala lembaga.
"Langkah presiden mendapatkan sambutan baik dari masyarakat," ujar Ade.

Presiden Jokowi mengganti sejumlah menteri dan ketua lembaga dalam jajarannya. Perombakan ini sudah masuk masa kedua dalam pemerintahannya.

Pergeseran sejumlah menteri tersebut adalah Menko Kemaritiman dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PPA/Bappenas dipimpin oleh Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, adapun Thomas Lembong mengisi posisi Kepala BKPM.

Selanjutnya Wiranto mengisi posisi Menko Polhukam, Menteri Keuangan diambil alih kembali oleh Sri Mulyani, Menteri Desa oleh Eko Putri Sandjoyo, Menteri Perhubungan oleh Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan oleh Muhajir Effendi, Menteri Perdagangan oleh Enggartiasto Lukito, Menteri Perindustrian oleh Airlangga Hartanto, Menteri ESDM Archandra Tahar dan Menteri PANRB oleh Asman Abnur.

(obs/obs)