Produk andalan Samsung ini masih memikat para konsumen di Amerika Serikat, namun lain halnya yang terjadi di Tiongkok, yang penjualannya turun 50 persen dibanding Galaxy S4.
Penurunan ini diyakini menjadi pemicu terjadinya perubahan kepemimpinan di dalam kerajaan Samsung, meskipun perusahaan tersebut masih menjadi penguasa dalam bisnis ponsel pintar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samsung juga akan mengganti posisi sejumlah kepala regional yang dianggap tidak memberi performa yang baik, salah satunya Gregory Lee yang menjabat sebagai Presiden Samsung untuk wilayah Amerika Utara.
Melihat penurunan ini, Samsung memutuskan untuk memangkas produksi jumlah model ponsel pintar sebesar 30 persen di tahun 2015 mendatang.
Sepanjang 2014, Samsung telah merilis 52 ponsel pintar. Angka ini sangat tinggi dibandingkan para kompetitornya, di mana HTC hanya membuat 23 ponsel pintar, Nokia 20 ponsel, Motorola 10 ponsel, dan Apple hanya meluncurkan 2 ponsel pintar setahun.