JEJARING SOSIAL
Facebook Ungkap Alasan Tak Sediakan Tombol 'Dislike'
CNN Indonesia
Jumat, 12 Des 2014 18:01 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook menyadari bahwa para penggunanya ingin mendapat sebuah cara untuk menyatakan rasa tidak suka mereka pada konten yang tidak mereka sukai karena selama ini, perusahaan jejaring sosial tersebut hanya menyediakan tombol "Suka" (like) untuk memperlihatkan respons positif.
Namun, secara tegas Facebook menyatakan tidak akan membuat tombol "Tidak Suka" pada layanan. Pernyataan ini dikatakan langsung oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam sebuah seminar di California.
"Beberapa orang telah meminta tombol 'Tidak Suka' sehingga mereka dapat mengatakan sesuatu yang tidak baik. Tapi saya pikir itu tidak bagus untuk masyarakat," ujar Zuckerberg seperti dikutip dari Venture Beat.
Zuckerberg mengakui bahwa tombol "Suka" memang sering disalahartikan. Ketika seseorang memuat foto yang memperlihatkan sedang sakit dan pengguna lain memberikan tombol "Suka" pada gambar tersebut, namun bukan artinya pengguna lain menyukai ketika ia berada dalam kondisi sakit.
"Tombol ini (like) sangat berharga karena itu adalah cara cepat untuk berbagi sentimen positif," kata Zuckerberg.
Zuckerberg menambahkan bahwa sejauh ini banyak cara yang dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan mereka pada Facebook.
Dalam kehidupan manusia ada banyak emosi yang dapat diungkapkan seperti sedih atau bahkan tragis. Tapi juga banyak orang yang tidak ingin mendapatkan komentar dengan emosi seperti itu. Hal inilah yang menjadi pertimbangan pihak Facebook untuk tidak menghadirkan tombol-tombol yang lebih ekspresif.
"Kita telah berbicara tentang bagaimana orang dapat mengekspresikan emosi secara lebih luas," kata Zuckerberg.
Namun, secara tegas Facebook menyatakan tidak akan membuat tombol "Tidak Suka" pada layanan. Pernyataan ini dikatakan langsung oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam sebuah seminar di California.
"Beberapa orang telah meminta tombol 'Tidak Suka' sehingga mereka dapat mengatakan sesuatu yang tidak baik. Tapi saya pikir itu tidak bagus untuk masyarakat," ujar Zuckerberg seperti dikutip dari Venture Beat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tombol ini (like) sangat berharga karena itu adalah cara cepat untuk berbagi sentimen positif," kata Zuckerberg.
Dalam kehidupan manusia ada banyak emosi yang dapat diungkapkan seperti sedih atau bahkan tragis. Tapi juga banyak orang yang tidak ingin mendapatkan komentar dengan emosi seperti itu. Hal inilah yang menjadi pertimbangan pihak Facebook untuk tidak menghadirkan tombol-tombol yang lebih ekspresif.
"Kita telah berbicara tentang bagaimana orang dapat mengekspresikan emosi secara lebih luas," kata Zuckerberg.