Hal ini diungkapkan oleh pemrogram peranti lunak Erich Owens dan pakar penelitian Udi Weinsberg di Facebook dalam blog resmi perusahaan. Mereka menulis, News Feed sejatinya menampilkan informasi yang penting dan memberi kabar terkini kepada teman, bukan untuk menyebarkan berita bohong.
"Baru-baru ini kami menambahkan pilihan untuk para pengguna agar bisa melaporkan berita palsu yang ada di News Feed. Hal ini sama seperti melaporkan publikasi sampah," tulis mereka pada Selasa (20/1) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data internal Facebook menunjukan, bahwa orang-orang cenderung bakal menghapus berita bohong ketika mendapat komentar dari teman yang mengatakan bahwa publikasi itu bohong.
Selain laporan pernyataan bahwa berita tersebut adalah palsu, fitur baru di Facebook juga meminimalkan berita yang mengandung pornografi hingga berita yang menyinggung kepercayaan tertentu seperti halnya agama atau paham politik. (adt)