Dilansir dari laporan situs ZDNet, Zhengfei mengatakan bahwa pihaknya berupaya menghilangkan anggapan bahwa Huawei dimanfaatkan oleh Beijing untuk memata-matai perusahaan Barat.
"Mengapa saya harus mengambil data orang lain? Siapa yang akan membayar saya untuk itu?" ujar Zhengfei dalam sebuah wawancara di World Economic Forum di Davos, Swiss.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak mungkin bisa masuk ke sistem lain," tuturnya.
Sejak saat itu, Huawei menghadapi pengawasan secara ketat di Inggris juga Australia yang menaruh curiga. Sejauh ini belum ada bukti konkret untuk memperkuat tudingan Huawei melakukan penyadapan. (adt)