YouTube Belum Jadi Mesin Uang Google

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Jumat, 27/02/2015 13:51 WIB
YouTube Belum Jadi Mesin Uang Google YouTube for Kids adalah salah satu layanan terbaru dari YouTube (Trisno Heriyanto/CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- YouTube sudah menjadi layanan berbagi video selama lebih dari 10 tahun. Jumlah pengunjungnya pun miliaran tiap bulannya. Kontradiktifnya, Google belum bisa meraih untung dari situs ini.

Dalam laporan keuangan disebutkan, YouTube berhasil mengumpulkan pendapatan hingga US$ 4 miliar atau setara Rp 51 triliun pada tahun 2014 naik US$ 1 miliar dari tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut YouTube sudah memberikan kontribusi sebesar enam persen dari pemasukan Google secara keseluruhan. Namun, yang perlu digarisbawahi itu adalah pendapatan bukan keuntungan. Baca Juga: (Lucunya Video Parodi 'Di Situ Saya Kadang Sedih')


Pasalnya setelah dipotong untuk membayar konten dan peralatan untuk memberikan video cepat, pada akhirnya YouTube tidak memberikan keuntungan tapi tak juga merugi alias impas.

YouTube yang sebagian besar pendapatannya berasal dari iklan, tentu saja harus menggenjot mesin uangnya tersebut agar bisa menambahkan pundi-pundi pendapatan.

Dalam kuartal keempat lalu, Google mengatakan layanan TrueView, di mana pengiklan hanya membayar perusahaan ketika pemirsa memilih untuk menonton iklan mereka, naik 25 persen dibandingkan dengan kuartal keempat tahun 2014.

Ini setidaknya agak ironis, karena YouTube tak hanya menampilkan banyak video namun juga menghasilkan orang terkenal dari situs tersebut. Dari sekian banyak, beberapa diantaranya adalah YouTuber bernama PewDiePie, yang menjadi miliuner berkat video di YouTube.

YouTube sendiri bukan produk asli dari Google. Situs ini merupakan hasil kreasi mantan karyawan PayPal. yakni Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karem.

Setelah diciptakan pertama kali pada tanggal 14 Februari 2005, Di bulan Oktober 2006, raksasa internet ini membeli YouTube dengan nilai US$ 1,6 miliar. (tyo)