Syarat Sederhana Menjadi Karyawan Facebook

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Kamis, 05/03/2015 15:32 WIB
Mark Zuckerberg pernah membeberkan beberapa hal utama yang ia cari dari seseorang yang ingin bekerja di Facebook. CEO Facebook, Mark Zuckerberg (Reuters/Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada acara Mobile World Congress (MWC) 2015 di Barcelona, Spanyol, pendiri jejaring sosial Facebook, Mark Zuckerberg sempat membeberkan hal utama yang ia cari dari seorang calon karyawan yang akan bekerja untuknya.

"Saya hanya merekrut orang yang bekerja langsung untuk saya jika saya sendiri merasa ingin bekerja untuk orang itu," ujar sang bos Facebook, mengutip situs The Telegraph. "Ini tes yang cukup bagus dan 'aturan' ini telah menuntun saya."

Salah satu orang yang 'lulus' tes Zuckerberg adalah sang Chief Operating Officer, Sheryl Sandberg.


Dalam sesi tanya jawab di forum MWC 2015 itu, ada satu orang yang menanyakan perasaan bekerja bersama Sandberg. Lalu, Zuckerberg menjawab, ia melihat Sandberg sebagai seorang mentor dan orang yang memiliki peran penting dalam membangun Facebook ke dalam ranah bisnis dan organisasi yang sehat.

Zuckerberg juga menambahkan, jika dibandingkan raksasa teknologi berbasis di Silicon Valley seperti Google yang memiliki karyawan mencapai 55 ribu orang, jumlah staf Facebook tergolong kecil. Namun, hal itulah yang menjadi kelebihan dari sebuah perusahaan media sosial.

"Hal paling penting adalah menjaga agar tim Anda sekecil mungkin. Facebook melayani miliaran orang di dunia tapi tim kami tak sampai 10 ribu orang. Semuanya mungkin karena teknologi semakin canggih," ungkap lelaki usia 30 tahun itu.

Zuckerberg belakangan sedang disibukan oleh penerapan inisiasi Internet.org yang memberikan akses internet gratis di negara-negara miskin dan berkembang.

Di Indonesia sendiri, Internet.org menjalin kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi XL Axiata dan penyedia perangkat infrastruktur telekomunikasi Ericsson untuk melakukan efisiensi koneksi internet.

Menurut data Internet.org, lebih dari 85 persen penduduk dunia tinggal di wilayah yang berada dalam cakupan seluler. Tetapi, hanya sekitar 30 persen dari total penduduk dunia yang mengakses internet.


(eno)