Tapi tak ada yang lebih membuat orang mengenal kebudayaan Chinchorro selain mumi dan teknologi mumifikasinya. Praktek mumifikasi mereka amat mendetail.
Menurut catatan archaeology.about, situs arkeologi berisi peninggalan kebudayaan Chinchorro pertama kali ditemukan oleh Max Uhle pada awal abad ke-20. Penggaliannya berhasil mengungkap mumi tertua di dunia.
Max Uhle adalah arkeolog Jerman yang lama bekerja di Peru, Chili, Ekuador, dan Bolivia. Dia pertama kali mendeskripsikan mumi Chinchorro pada 1917.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan bukit-bukit sisa ‘dapur’ mengindikasikan masyarakat Chinchorro adalah pemakan seafood, seperti mamalia laut, burung laut, dan ikan. Begitu juga hasil analisa isotop terhadap rambut dan tulang mumi, mengindikasikan bahwa 90 persen menu makanan orang Chinchorro adalah hasil laut, 5 persen dari hewan terestrial, dan 5 persen dari tumbuhan terestrial. (ded/ded)