Bos Intel Ramalkan Masa Depan Internet Indonesia

Trisno Heriyanto, CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2015 16:46 WIB
Bos Intel Ramalkan Masa Depan Internet Indonesia Prakash Mallya, Managing Director South Eash Asia Intel Corporation (dok.Intel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, kondisi internet di Indonesia tidak akan seperti sekarang. Semua serba canggih dan saling terhubung. Paling tidak itulah ramalan Prakash Mallya, orang nomer satu Intel di Asia Tenggara.

Saat singgah di Indonesia, Mallya menuturkan kepada CNN Indonesia soal prediksinya terhadap kemajuan internet di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Siap-siap, era Internet of Things (IoT) akan tiba.

Secara sederhana IoT bisa digambarkan sebagai perangkat yang saling terhubung satu sama lain. Bukan cuma ponsel atau komputer, tapi juga mobil, lemari es, mesin cuci, dan perlengkapan dapur lainnya. Dengan kata lain era itu akan membuat pengguna lebih mudah mengoperasikan beberapa hal lewat satu gadget.


Tapi bagi Intel konsep IoT bukan sekadar perangkat yang saling terhubung, melainkan sebuah sistem yang akan memudahkan manusia dalam segi apapun. Dan untuk bisa bekerja optimal sistem ini akan membutuhkan berbagai macam komponen.
"Kami akan menyediakan semuanya. Analisa data, aplikasi, platform jaringan, hingga perangkat yang digunakan untuk mengakses semua itu," kata Mallya.

Platform IoT yang dimaksud Intel adalah, sebuah standar untuk menyatukan semua dan menyederhanakan segala jenis konektivitas yang berhubungngan dengan IoT. Penyeragaman ini perlu, agar konsep serba terhubung itu akan diaplikasikan oleh semua vendor. Tapi bukan berarti Intel akan menerapkan kebijakan tangan besi untuk standar tersebut.

"Kami membentuk konsorsium untuk menentukan standar tersebut, jadi bukan hanya Intel saja yang terlibat. Seperti halnya standar port USB, Intel memang yang mendorongnya tapi standarnya ditetapkan secara bersama-sama," jelas Mallya.

Saya rasa era IoT akan datang dalam tiga sampai lima tahun ke depanPrakash Mallya

Indonesia dan Masa Depan Internet

Mesin cuci yang bisa dioperasikan melalui ponsel dari mana pun, atau kulkas yang bisa secara otomatis memberikan informasi resep masakan atau daftar belanjaan, memang terkesan masih muluk-muluk di Indonesia. Di sini internet saja belum merata.

Tapi ternyata Intel punya tanggapan berbeda. Bagi mereka, Indonesia simpan potensi besar untuk menjadi negara yang siap menggunakan segala hal mengenai IoT. Penduduk di sini banyak, pengguna internet juga terus bertambah, ditambah lagi kebanyakan masih baru dalam mengenal teknologi.

"Kita bisa mulai dari mana saja. Kemudian lakukan inovasi untuk membuat keadaan jadi lebih baik. Indonesia menurut saya, seperti negara Asia Tenggara lainnya, siap menyambut era IoT," kata Mallya penuh dengan percaya diri.

Dilihat dari banyaknya pengapalan perangkat bergerak seperti ponsel, tablet dan laptop ke Indonesia. Era di mana gadget saling terhubung diramalkan Intel akan datang paling lambat lima tahun dari sekarang.
"Kami melihat banyak peluang, kesempatan di pasar lokal. Saya rasa era IoT akan datang dalam tiga sampai lima tahun ke depan," kata Mallya lebih lanjut.


Persiapan Menyambut Era Internet of Things

Tujuan dibuat semua perangkat saling terhubung dan bisa dikendalikan dalam satu genggaman adalah untuk memudahkan para pengguna. Tapi, banyak hal yang perlu disiapkan sebelum semua itu bisa terwujud.

IoT sendiri membutuhkan banyak perangkat keras pendukung yang harus bisa dihandalkan. Sebab, jalur data pada konsep IoT tak boleh terputus atau bahkan tersendar, maka dibutuhkan sebuah mesin pengolah data yang handal.

Intel sendiri mengaku sudah menyiapkan itu semua. Mereka memproduksi chip, untuk menangani komputasi data tingkat tinggi, hingga prosesor mungil yang nantinya bisa dipakai perangkat bergerak.

Kemudian yang tak kalah penting adalah soal keamana. Karena ketika semua bisa saling terhubung, justru para peretas bisa dengan lebih mudah melakukan kejahatan. Misal, menyadap kamera CCTV di rumah untuk mengintai penghuninya. Hmm.. cukup menakutkan.

"Tidak ada jawaban yang pasti untuk keamanan. Kami hanya bisa berusaha untuk menutup semua celah di tengah perkembangan teknologi yang terus meningkat," Mallya melanjutkan.

Tapi suka atau tidak, konsep IoT yang sudah disuarakan lebih dari 10 tahun itu kini sudah di depan mata. Internet sudah mulai menyebar kemana-mana, perangkat yang bisa ‘berbicara’ satu sama lain sudah mulai tumbuh, dan teknologi ponsel kian memanjakan penggunanya untuk melakukan berbagai aktivitas hanya dengan sentuhan.

(eno)