Yahoo Tutup Kantor di Tiongkok

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2015 18:12 WIB
Yahoo Tutup Kantor di Tiongkok CEO Yahoo Marissa Mayer mengambil keputusan menutup kantor di sejumlah negara demi menghemat biaya operasional perusahaan. (Getty Images/Ethan Miller)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi Yahoo memutuskan untuk menutup kantornya di Tiongkok dan menurut sumber yang tak mau disebut namanya, penutupan ini membuat perusahaan memberhentikan hingga 300 karyawan di sana.

Penutupan kantor Yahoo di Tiongkok diumumkan pada Rabu (18/3) kepada para karyawan yang berbasis di Beijing. Yahoo tak memiliki produk lokal di Tiongkok, tetapi punya pusat penelitian dan pengembangan di sana.

Baca juga: Kantor Ditutup, Yahoo Indonesia Dioperasikan dari Singapura


Tercatat per akhir 2014, Yahoo memiliki sekitar 12.500 ribu karyawan secara global. Yahoo tak mau mengatakan jumlah karyawan yang terkena dampak penutupan, tetapi seorang sumber berkata kepada Bloomberg bahwa Yahoo mempekerjakan 200 hingga 300 orang karyawan di Tiongkok.

"Kami secara berkala membuat perubahan untuk meyelaraskan sumber daya serta memelihara kolaborasi dan inovasi lebih baik dalam bisnis kami," ujar Yahoo dalam sebuah pernyataan. "Kami saat ini tidak menawarkan pengalaman produk lokal di Beijing, namun kantor kami telah digunakan sebagai pusat riset dan pengembangan."

Sang CEO, Marissa Mayer sempat mengatakan pada Januari lalu bahwa perusahaan tengah fokus pada efisiensi biaya pengeluaran dengan cara menjaga jumlah karyawan sekecil mungkin, bahkan ketika perusahaan berinvestasi di banyak produk dan melakukan akuisisi.

Perusahaan konsultan finansial Starboard menyarankan Yahoo untuk berhemat US$ 500 juta demi kesehatan perusahaan. Yahoo sendiri telah memangkas sekitar 600 karyawan dalam enam bulan terakhir, sebagian besar di Kanada dan India.

Penutupan ini datang sekitar sebulan setelah pemerintah Tiongkok mengumumkan aturan baru yang mewajibkan perusahaan teknologi asing untuk menyerahkan kode sumber peranti lunak, tunduk pada audit, dan membangun sistem yang sewaktu-waktu bisa diperiksa oleh pemerintah.

Pada Desember 2014, Yahoo memutuskan menutup kantornya di Indonesia, Vietnam, dan Malaysia. Aktivitas di kawasan Asia Tenggara bakal terpusat di Singapura. (adt/eno)