Penutupan kantor Yahoo di Tiongkok diumumkan pada Rabu (18/3) kepada para karyawan yang berbasis di Beijing. Yahoo tak memiliki produk lokal di Tiongkok, tetapi punya pusat penelitian dan pengembangan di sana.
Baca juga: Kantor Ditutup, Yahoo Indonesia Dioperasikan dari Singapura
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami secara berkala membuat perubahan untuk meyelaraskan sumber daya serta memelihara kolaborasi dan inovasi lebih baik dalam bisnis kami," ujar Yahoo dalam sebuah pernyataan. "Kami saat ini tidak menawarkan pengalaman produk lokal di Beijing, namun kantor kami telah digunakan sebagai pusat riset dan pengembangan."
Perusahaan konsultan finansial Starboard menyarankan Yahoo untuk berhemat US$ 500 juta demi kesehatan perusahaan. Yahoo sendiri telah memangkas sekitar 600 karyawan dalam enam bulan terakhir, sebagian besar di Kanada dan India.
Penutupan ini datang sekitar sebulan setelah pemerintah Tiongkok mengumumkan aturan baru yang mewajibkan perusahaan teknologi asing untuk menyerahkan kode sumber peranti lunak, tunduk pada audit, dan membangun sistem yang sewaktu-waktu bisa diperiksa oleh pemerintah.
Pada Desember 2014, Yahoo memutuskan menutup kantornya di Indonesia, Vietnam, dan Malaysia. Aktivitas di kawasan Asia Tenggara bakal terpusat di Singapura. (adt/eno)