Tunanetra Kini Bisa Ikut Nikmati Video YouTube

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2015 14:42 WIB
Tunanetra Kini Bisa Ikut Nikmati Video YouTube Ilustrasi perempuan menonton video. (Dok. Pixabay/Wilkernet)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan yang bergerak di layanan konten digital, Think.Web, bersama yayasan Mitra Netra, mengembangkan situs web hiburan YouTubeForTheBlind.com. Sesuai namanya, situs berisi konten video ini diperuntukan kepada tunanetra yang ingin menikmati video seefektif mungkin.

Hal yang membedakan konten video di YouTubeForTheBlind terletak pada deskripsi rinci yang diolah oleh peranti lunak berbasis text to speech dan screen reader seperti NVDA.

YouTubeForTheBlind akan memberi gambaran detil melalui suara mengenai suasana video di setiap jeda dialog. Pada bagian ini, tunanetra mungkin tidak mengetahui adegan yang dilakukan aktor dan berpotensi melewatkan bagian penting dalam plot.


Baca juga: YouTube Belum Jadi Mesin Uang Google

Sebagai gambaran kecil, ada salah satu video dalam YouTubeForTheBlind yang menampilkan adegan di mana calon pengantin merasa cemas. Ia sedang menunggu proses rias wajah. Nah, di situ akan ada suara yang menceritakan keadaan di adegan tersebut. Misalnya, "Si pengantin sedang cemas, wajahnya sedang dirias, karena sebentar lagi adalah acara pernikahannya."

"Di dalam sistem input, ada kolom untuk mengetik penggambaran pada jeda dialog tiap adegan. Kami ketik di situ, lalu nanti akan dikoversi menjadi suara yang akan didengar oleh tunanetra," ujar salah satu pendiri sekaligus CEO Think.Web, Ramya Prajna Sahisnu, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/3).

Ramya mengaku, proyek ini membutuhkan persiapan panjang. Para pemrogram dan desainer di Think.Web menampung permintaan dan kebutuhan para tunanetra tentang konten video macam apa yang mereka butuhkan.

Misalnya, tunanetra menginginkan konten video berdefinisi tinggi karena dengan kualitas video yang baik macam ini mereka akan menikmati audio yang detail.

Ramya berkata proyek ini bersifat sukarela dan sejauh ini belum ada kerjasama dengan pihak lain untuk mengembangkan situs YouTubeForTheBlind.

"Sejauh ini ada sekitar 30 sampai 40 video yang tersedia. Selain mengikuti tren yang ada, kami juga menerima masukan dari teman-teman tunanetra jika ada konten menarik," lanjut Ramya.

Ia mengungkapkan, semua video yang terdapat di situs YouTubeForTheBlind ini berasal dari konten YouTube dan tidak ada yang dibuat sendiri.

"Proyek ini tujuannya memang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kehadiran tunanetra sudah seharusnya diterima dengan memberikan fasilitas yang berguna bagi mereka," kata Ramya. (adt/adt)