Wi-Fi dalam pesawat artinya akan ada jaringan lokal yang saling terhubung. Jaringan ini kemudian bisa dimanfaatkan pelaku untuk menyerang berbagai sistem elektronik yang saling terkoneksi di pesawat.
Menuru laporan US Government Accountability Office (GAO), Wi-Fi di pesawat memungkinkan penumpang usil untuk bisa mengakses sistem hiburan pesawat, komunikasi berbasis internet yang ada di kokpit, bahkan sistem Next Generation Air Transportation yang bakal diterapkan 2025 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hacker Bisa Keluarkan Semua Uang dari ATM |
Ancaman tersebut dinilai semakin diperparah karena kehadiran perangkat ponsel pintar dan komputer tablet di mana-mana. Kehadiran gadget canggih dianggap bisa menambah risiko terhadap sistem yang terganggu oleh awak kabin.
Mengutip laporan The Guardian, skenario terburuk adalah jika ada seorang teroris lengkap dengan laptop yang duduk di antara para penumpang. Ia bisa memanfaatkan Wi-Fi kabin untuk mengontrol pesawat.
Laporan GAO yang berjudul "FAA Needs a More Comprehensive Approach to Address Cybersecurity As Agency Transitions to NextGen" itu ditujukan untuk Federal Aviation Administration (FAA). Mereka berharap FAA bisa segera menindaklanjuti kerentanan yang sangat penting tersebut.
(eno)