Internetan Pakai Indosat Bisa Tanpa Pulsa

Aditya Panji, CNN Indonesia | Jumat, 17/04/2015 15:42 WIB
<i>Internetan</i> Pakai Indosat Bisa Tanpa Pulsa Pengunjung melintasi iklan Indosat di Galeri Indosat, Jakarta, Kamis, 11 September 2014. CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Operator seluler Indosat bekerjasama dengan Internet.org dari Facebook untuk meluncurkan layanan koneksi Internet tanpa pulsa di Indonesia pada Jumat (17/4).

Layanan Internet tanpa pulsa ini bisa dimanfaatkan dengan menggunakan kartu SIM Indosat IM3, Mentari, dan Matrix. Indosat dan Internet.org hendak mendorong agar lebih banyak orang mengakses Internet.

Presiden Direktur dan CEO Indosat, Alexander Rusli mengatakan, langkah ini merupakan upaya untuk mendorong misi pemerintah agar 50 persen populasi di Indonesia memanfaatkan Internet pitalebar (broadband) pada 2019.


"Kita harus mengingat bahwa 70 persen pengguna seluler Indonesia masih menggunakan jaringan 2G dan ponsel fitur," kata Alexander dalam acara peluncuran Internet tanpa Pulsa dari Indosat.
Agar dapat menikmati layanan ini, pelanggan Indosat dapat mengakses situs web www.internet.org atau dengan mengunduh aplikasi Internet.org di toko aplikasi Google Play Store untuk perangkat Android. Layanan ini tersedia dalam pilihan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg menulis dalam akun Facebook resminya, bahwa layanan diharapkan bisa menghubungkan lebih banyak warga Indonesia dalam mengakses informasi seputar kesehatan, pekerjaan, pendidikan, dan komunikasi lain.

Sejumlah layanan di Internet yang bisa diakses tanpa pulsa ini adalah, Facebook, Wikipedia, Ask.com, Accuweather, Jobstreet, OLX, Tokopedia, hinggan informasi kesehatan di situs web Unicef.

Upaya Internet.org dan Facebook menjalin kemitraan dengan operator seluler dalam menyediakan akses Internet gratis ke sejumlah situs web, ternyata tak selamanya berjalan mulus.

Pekan ini, sejumlah pendukungnya menarik diri dari program ini karena langkah ini dinilai bertentangan dengan konsep netralitas jaringan di Internet. Sejauh tercatat ada Cleartip, NDTV, Newshunt, dan Times Group yang menyatakan undur diri.

Konsep netralitas jaringan telah menjadi perdebatan panas di Amerika Serikat setelah Komisi Komunikasi Federal (FCC) memperketat aturannya.

Menurut Columbia University, netralitas jaringan adalah asas dari penyedia layanan Internet dan pemerintah dalam memfasilitasi semua data di dalam Internet secara seragam, tanpa ada diskriminasi.


(eno)