Demi 4G, Operator Bersatu Benahi Frekuensi 1.800 MHz

Aditya Panji, CNN Indonesia | Selasa, 03/03/2015 09:35 WIB
Demi 4G, Operator Bersatu Benahi Frekuensi 1.800 MHz Frekuensi di 1.800 MHz segera dibenahi operator untuk maksimalisasi 4G LTE (Adhi Wicaksono/CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika segera melakukan tata ulang spektrum radio 1.800 MHz agar operator seluler bisa maksimal dalam menyediakan layanan 4G LTE. Guna menyukseskan program itu, antar operator seluler diminta saling berkoordinasi menyiapkan skenario migrasi frekuensi yang memberi dampak negatif paling minimal kepada pelanggan.

Terdapat empat operator seluler yang bakal terlibat, yaitu Indosat, Telkomsel, XL Axiata, dan Tri. Mereka semua yang punya sumber daya frekuensi di 1.800 MHz belakangan ini aktif bertemu untuk mendiskusikan penataan ulang.

Division Head Network Optimization Indosat, Joko Riswadi, merupakan salah satu perwakilan Indosat yang terlibat dalam diskusi. "Semua operator sedang merancang skenario agar migrasi bisa jalan lancar dan pelanggan tidak merasa terganggu," ujar Joko dalam acara uji jaringan Indosat di Medan, Sumatera Utara.


Joko berkata rencana migrasi akan dilaksanakan mulai dari kawasan yang memiliki pelanggan seluler paling sedikit, misalnya Papua. Setelah itu menyusul ke kawasan yang memiliki jumlah pelanggan seluler yang besar.

"Dari kawasan yang jumlah pelanggannya sedikit itu kita bisa evaluasi terjadi gangguan atau tidak. Kalau banyak ditemukan gangguan, bisa jadi harus diubah skenario migrasinya," tegas Joko.

Menurut diskusi antar operator, penataan spektrum 1.800 MHz bisa selesai pada pertengahan 2015 agar layanan 4G LTE bisa tumbuh cepat dan mendorong produktivitas masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, telah menandatangani kebijakan teknologi netral pada spektrum 1.800 MHz. Teknologi netral memungkinkan operator seluler memanfaatkan sumber daya frekuensinya untuk lebih dari dua jaringan. Misalnya, 1.800 MHz digunakan untuk 3G dan 4G.

Di frekuensi 1.800 MHz tersebut, XL dan Telkomsel mempunyai sumber daya seluas 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, sedangkan Tri 10 MHz. Sehingga ada total 75 MHz yang tersedia.

Sebelumnya, frekuensi milik XL Axiata dan Indosat masing-masing terbagi menjadi dua, Telkomsel terpecah tiga. Dalam penataan ulang ini, frekuensi yang terpecah-pecah milik masing-masing operator itu bakal disatukan agar memberi layanan yang maksimal.

Dengan dibukanya di 1.800 MHz, maka peluang kecepatan internet 4G LTE sesungguhnya akan dirasakan oleh pengguna di Tanah Air. Sebab, operator dapat mengoperasikan spektrum 900 Mhz dan 1.800 MHz secara bersamaan dengan agregasi kanal. (adt/tyo)