NASA: Tak Ada yang Bisa ke Mars Tanpa Kami

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Senin, 20/04/2015 12:27 WIB
NASA: Tak Ada yang Bisa ke Mars Tanpa Kami Ilustrasi (Orlando florin Rosu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sudah sangat jelas bahwa badan antariksa Amerika Serikat, NASA sangat berambisi untuk mengirim awak manusia ke planet Mars. Bahkan ingin menjadi yang pertama untuk bisa mewujudkan impian itu.

Pengelola NASA, Charles Bolden yang hadir dalam acara Komite Dewan Perwakilan Rakyat AS bagian Ilmu Sains dan Teknologi, mengatakan, "tak ada perusahaan komersil tanpa bantuan NASA dan pemerintah akan terbang ke Mars."

Ia melanjutkan, "fokus utama kami adalah perjalanan ke Mars."


Penuturan Bolden disinyalir bermaksud untuk meyakinkan biro bahwa penjelajahan Mars adalah prioritas utama NASA dan menyatakan bisnis komersil seperti SpaceX dan Mars One tidak bisa pergi ke planet merah lebih dulu ataupun tanpa kerja sama dengan NASA sendiri.
Misi pengiriman astronaut ke Mars yang digagas oleh NASA rencananya akan dijalankan pada tahun 2020 atau 2030-an, menggunakan pesawat Orion.

Sedangkan perusahaan besutan Elon Musk, SpaceX kabarnya akan sambangi planet merah di pertengahan 2020-an. Begitu pun dengan misi Mars One yang penuh kontroversi itu.

Pada intinya, Bolden mencoba menjelaskan betapa pentingnya misi Mars ini bagi NASA, karena planet merah itu dinilai sangat penting untuk dipahami dan sebagai awal mula pemahaman manusia terhadap planet lain.

NASA telah menghabiskan dana lebih dari US$ 9 miliar untuk mengembangkan Orion yang dibangun oleh perusahaan dirgantara Lockheed Martin dan Boeing. Badan antariksa ini sudah melalukan uji coba penerbangan Orion pada 5 Desember 2014 lalu. Orion meluncur pada pukul 07.05 waktu Florida dari fasilitas peluncuran roket Cape Canaveral Air Force Station dengan roket Delta IV Heavy.

Sementara Musk berencana membangun ratusan satelit kecil yang bakal membantu wujudkan mimpinya menciptakan koloni manusia di planet Mars. Ia pun membocorkan detil lebih jauh soal pesawat antariksa buatan SpaceX di penghujung 2015 yang akan mengantarkan awak ke Mars pada pertengahan 2020-an.

Misi 'saingan' NASA selanjutnya adalah Mars One yang digagas oleh organisasi nirlaba asal Belanda. Bila sesuai rencana, program yang sudah dibuat sejak tahun 2012 ini, memulai mengirimkan penduduk Bumi ke Planet Merah tersebut pada pertengahan 2024.

Sejauh ini, Mars One mengaku sudah berhasil melakukan beberapa pencapaian, di antaranya kontrak pertama dengan Paragon Space Development Corporation untuk sistem penopang hidup di Mars dan kontrak dengan perusahaan penerbangan antariksa Lockheed Martin.


(eno/eno)