Sudah menjadi kisah yang melekat dari Mesir bahwa manusia yang meninggal dunia pada zaman purbakala dijadikan mumi agar awet selama ribuan tahun lamanya. Baru-baru ini mencuat kabarnya setidaknya ada 70 juta binatang yang dimumikan dan dikubur di bangunan bawah tanah di lebih dari 30 lokasi di Mesir.
Tim radiografer dan pelajar ilmu sejarah Mesir dari Centre for Biomedical Egyptology bersama-sama menggunakan teknologi pencitraan medis terbaru di Royal Manchester Children's Hospital, Inggris untuk memindai ratusan mumi binatang yang telah disingkirkan dari Mesir selama abad 19 dan 20.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ratusan Makam Mumi Ditemukan di Peru |
Sementara seorang profesor dari American University, Kairo, Salima Ikram meneliti tulang-belulang mumi anjing dan menunjukan bukti bahwa mereka dibesarkan lalu sengaja dibunuh agar dijadikan mumi.
Dari situ, muncul hipotesis bahwa mumifikasi binatang kemungkinan dulunya menjadi industri besar bagi Mesir Kuno. Para binatang yang jumlahnya hingga jutaan itu sengaja dibesarkan, dirawat, kemudian 'dibungkus' menjadi mumi. Mereka meyakini mumifikasi binatang dulu menjadi sebuah obsesi kebangsaan Mesir.
Yang menjadi perdebatan adalah, sejumlah pakar malah menyarankan mumi binatang agar dijual ke peziarah Mesir agar pembalsem mayat bisa menghasilkan keuntungan dari situ.
(eno/eno)