Puluhan makam itu berlokasi di bukit kecil yang mengelilingi tapak yang diberi nama Tenahaha itu. Sejauh ini, para arkeolog telah menggali tujuh makam yang berisikan setidaknya 171 mumi dari tapak tersebut.
Mereka juga menemukan hampir 400 jenazah manusia terisolasi lengkap dengan gigi, tangan, dan kaki di dalam satu makam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip situs Live Science, sisa-sisa mumi ditemukan dalam kondisi buruk karena kerusakan dari air dan hewan pengerat seperti tikus. Adapun beberapa keadaan mumi yang rusak terpisah namun terlihat seperti disengaja. Tulang-tulang mereka tersebar dan dipindahkan dari makam.
Menurut Jennings, memahami kehancuran mumi dan artefak adalah sebuah tantangan. "Di Andes, kematian adalah proses, bukan sekadar Anda mengubur orang lalu selesai sudah," katanya kepada Live Science.
Sementara di Tenahaha sendiri, dikenal dengan tindak kekerasan yang terjadi pada manusia. Dekorasi tapak seremonial itu dipenuhi oleh keramik tanah liat dengan hiasan gambar orang tersenyum. Para arkeolog menyebutnya 'happy faces', atau wajah bahagia.
(eno/eno)