Perusahaan Patungan TelkomTelstra Incar Perbankan

Aditya Panji, CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2015 15:39 WIB
Perusahaan Patungan TelkomTelstra Incar Perbankan Chief Innovation and Strategy Telkom Indonesia, Indra Utoyo. (CNN Indonesia/Aditya Panji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan patungan TelkomTelstra yang didirikan dua raksasa telekomunikasi Telkom dari Indonesia dan Telstra asal Australia, mengatakan bakal membidik industri perbankan dan finansial untuk memberi solusi telekomunikasi di Indonesia.

Perusahaan fokus memberi solusi jaringan dan aplikasi berbasis komputasi awan. Telkom akan menyediakan pusat data (data center) TelkomSigma, layanan contact center Infomedia, hingga jaringan tulang punggung kabel serat optik Telkom yang luas di Indonesia.

Chief Innovation and Strategy Officer Telkom, Indra Utoyo mengatakan, Telstra punya pengalaman panjang memberi solusi teknologi informasi sementara Telkom akan menyediakan infrastrukturnya.


"Kami akan memberi solusi network application service (NAS) dan mengincar industri perbankan dan finansial. Ini pasar seksi karena sudah ada aturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang mewajibkan semua bank pakai data center di sini," ujar Indra dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (13/5).

Telkom menguasai saham TelkomTelstra dengan 51 persen dan sisanya dimiliki Telstra. Meski mayoritas saham dimiliki Telkom, namun TelkomTelstra dipimpin oleh Phill Sporton sebagai presiden direktur yang sebelumnya bekerja untuk Telstra.

Group Executive Global Enterprise and Services Telstra, Brendon Riley mengatakan, belanja modal yang disiapkan TelkomTelstra untuk tahun ini sekitar US$ 10 juta atau sekitar Rp 131,8 miliar.

Mereka telah mendapat klien Bank UOB dan selanjutnya adalah Commonweath Bank of Australia. Selebihnya, TelkomTelstra juga membidik perusahaan bank dari Indonesia dan Australia.

TelkomTelstra menargetkan break event point (BEP) pada tahun 2020 dengan memiliki 1.300 pelanggan korporasi.

Lembaga riset IDC memperkirakan bisnis layanan alih daya teknologi informasi untuk korporasi di Indonesia akan mencapai US$ 500 juta pada 2015 atau tumbuh antara 20 sampai 25 persen dari tahun ke tahun.

Perusahaan telekomunikasi Indosat, pada Maret lalu juga mengumumkan kemitraan dengan Tata Communications untuk menggarap layanan solusi teknologi informasi untuk korporasi di Indonesia dan berencana ekspansi ke pasar Asia.

(eno/eno)