Baterai Mobil Listrik Bisa Diisi Ulang dari Jauh
Aditya Panji | CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2015 07:06 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan Daimler asal Jerman yang memproduksi mobil Mercedes-Benz menjalin kemitraan dengan perusahaan prosesor mobile Qualcomm untuk membawa teknologi pengisian nirkabel pada ponsel pintar ke mobil listrik agar dayanya dapat diisi ulang tanpa koneksi kabel.
Langkah ini merupakan upaya Daimler dalam mengembangkan mobil pintar yang diprediksi para ahli akan berkompetisi dari sisi peranti lunak juga telekomunikasi.
Dalam siaran pers bersama, Daimler dan Qualcomm menilai teknologi isi daya secara nirkabel cocok untuk kendaraan listrik.
Selain itu, kedua perusahaan juga berupaya memungkinkan pengisian perangkat telekomunikasi seperti ponsel pintar atau laptop dapat diisi ulang saat pengguna sedang mengemudi.
"Sangat penting bahwa kami tetap berada di ujung tombak teknologi dan terus memberikan pengalaman tak tertandingi kepada pelanggan kami," kata Thomas Weber, anggota dewan Daimler untuk penelitian dan pengembangan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/5).
Sejumlah produsen mobil mewah asal Jerman sedang mengeksplorasi teknologi mobil yang terhubung dengan Internet. Mereka dilaporkan hendak membentuk konsorsium untuk membeli aplikasi peta digital Here yang dibuat Nokia.
Baca juga: Peta Digital Nokia Here Ditaksir Banyak Perusahaan Besar
Perusahaan otomotif kini mendapat saingan berat dari perusahaan teknologi seperti Google dan Apple, yang juga mengembangkan mobil pintar. (adt)
Langkah ini merupakan upaya Daimler dalam mengembangkan mobil pintar yang diprediksi para ahli akan berkompetisi dari sisi peranti lunak juga telekomunikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat penting bahwa kami tetap berada di ujung tombak teknologi dan terus memberikan pengalaman tak tertandingi kepada pelanggan kami," kata Thomas Weber, anggota dewan Daimler untuk penelitian dan pengembangan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/5).
Baca juga: Peta Digital Nokia Here Ditaksir Banyak Perusahaan Besar
Perusahaan otomotif kini mendapat saingan berat dari perusahaan teknologi seperti Google dan Apple, yang juga mengembangkan mobil pintar. (adt)