Belum bisa dipastikan kapan Solar Impulse 2 bisa melanjutkan penerbangannya menuju Hawaii, Amerika Serikat. Apa boleh buat, akibat hembusan angin yang kencang kala itu, sayap Solar Impulse 2 mengalami kerusakan.
Padahal pada tanggal 2 Juni lalu, pilot Andre Borschberg mengatakan kerusakan sayap Solar Impulse 2 setidaknya membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk diperbaiki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hingga kini, belum ada kabar terbaru seputar kelanjutan perjalanan sang pesawat tenaga surya itu.
Pendaratan darurat di Jepang tersebut tentu bukan suatu hal yang dapat diduga. Namun, sebelumnya pihak pengelola misi penerbangan Solar Impulse 2 ternyata sudah memperhitungkan Jepang sebagai lokasi pendaratan apabila terjadi masalah teknis pada pesawat.
![]() |
Pesawat bertenaga surya yang memiliki kecepatan maksimum 140 kilometer per jam ini sebelumnya lepas landas dari Nanjing, Tiongkok pada Minggu (31/5) pukul 2.40 dini hari waktu setempat.
Sesuai rencana awal, Solar Impulse 2 seharusnya menjelajah menuju Hawaii dari Tiongkok, kemudian melanjutkan penerbangan ke Phoenix, Amerika Serikat. Berikutnya Amerika Serikat bagian tengah yang masih tentatif lokasinya, New York, Eropa Selatan atau Afrika Utara, lalu ia akan kembali mendarat di Abu Dhabi.
Solar Impulse 2 didukung oleh lebih dari 17.000 sel surya yang dipasangkan di bagian sayapnya yang mempunyai lebar hingga 72 meter, lebih panjang dari pesawat Boeing 747 dan mendekati sayap A380 superjumbo Airbus.
(eno)
