Bikin Rusuh, Uber Setop Layanan UberPop di Perancis

Aditya Panji, CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2015 17:42 WIB
Bikin Rusuh, Uber Setop Layanan UberPop di Perancis Sopir taksi yang melakukan aksi mogok kerja memblokir akses di jalan lingkar Paris dalam protes nasional terhadap layanan mobil panggilan Uber di Lyon, Perancis, 25 Juni 2015. (REUTERS / Charles Platiau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan peranti lunak Uber yang memberi layanan mobil panggilan, mengumumkan menangguhkan layanan UberPop di Perancis pada Jumat (3/7) setelah aksi demonstrasi yang membuat kerusuhan di berbagai kota.

Kamis pekan lalu, para sopir taksi di beberapa kota Perancis melakukan aksi blokir jalan sebagai bentuk protes terhadap layanan Uber. Mereka sampai membakar ban bekas di jalan dan membalikkan mobil.

Baca juga: Presiden Perancis Kecam Aksi Anarkis Tolak Uber


Senin pekan ini, dua petinggi Uber di Perancis diamankan pihak berwenang untuk dilakukan penyelidikan.

"Setelah terjadi kekerasan pekan lalu, kami telah memutuskan untuk menangguhkan UberPop, sampai nanti keluar keputusan Mahkamah Konstitusi pada bulan September nanti. Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi 500.000 penumpang uberPop kami di Perancis, serta pengemudi yang memakai platform," tulis Uber dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Tech Crunch.

Uber meluncurkan UberPop di Perancis pada Februari 2014 yang memungkinkan konsumen mendapatkan sopir tanpa lisensi khusus transportasi umum.

Kehadiran UberPop memicu protes karena para sopir taksi menilai kompetisi tidak adil. Sopir UberPop tidak memegang lisensi pengendara transportasi umum dan menyediakan harga di bawah harga pasar.

UberPop dilarang di beberapa negara dan kota, termasuk Brussels, Belanda, dan Perancis. Keputusan menghentikan UberPop kali ini sedikit berbeda, karena pertama kali dihentikan oleh Uber sendiri tanpa perintah pengadilan. Pihak berwenang Perancis akan mengeluarkan keputusan terkait izin UberPop pada September tahun ini.

Layanan Uber yang lain di Perancis tidak ikut dihentikan. Dengan ini para pengemudi yang ingin bergabung di Uber wajib memiliki lisensi profesional dan mengikuti pelatihan 250 jam.

Uber berkata mereka akan berbicara dengan pengemudi UberPop dan mendorong agar mereka mendapat lisensi profesional agar menjadi pengemudi mitra UberX dan Uber. (adt/eno)