Setelah mendarat di Kalaeloa, Honululu dari Nagoya, tim Solar Impulse bersorak gembira lantaran sang pilot, Andre Borschberg berhasil melewati rintangan tersulit yakni mengarungi Pasifik. Ia pun memecahkan rekor baru untuk penerbangan solo terlama tanpa henti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka mengatakan, kerusakan di bagian tertentu baterai sifatnya tak bisa diubah dan mengharuskan perbaikan serta pergantian baterai yang akan memakan waktu beberapa minggu.
Pesawat Solar Impulse 2 dipastikan belum bisa melanjutkan penerbangan dalam kurun waktu dua sampai tiga minggu ke depan.
Pesawat tenaga surya yang memiliki kecepatan maksimum 140 kilometer per jam itu mendapat energi dari 17 ribu sel surya yang dipasangkan di bodi pesawat, sayap, dan ekor. Walau mengandalkan tenaga surya, Solar Impulse tetap bisa terbang pada malam hari berkat daya yang tersimpan di dalam baterai seberat 633 kilogram.
Solar Impulse 2 lepas landas dari Abu Dhabi pada 9 Maret lalu dan sukses terbang menuju Oman, India, Myanmar, dan China. Setelah Hawaii, Solar Impulse 2 melanjutkan ekspedisinya ke Phoenix, Amerika Serikat.
Misi Solar Impulse 2 ini menelan biaya lebih dari US$ 100 juta atau setara Rp 1,3 triliun demi membuktikan pentingnya teknologi ramah lingkungan dan penggunaan energi terbarukan (tyo)