Jamie Carlson, seorang teknisi senior yang selama ini bekerja untuk Tesla telah berpaling ke Apple. Dalam laman profil Carlson di jejaring sosial LinkedIn, publikasi terbarunya adalah bahwa ia telah hengkang dari Tesla dan migrasi ke Apple.
Mengutip laporan Reuters, Carlson telah bergabung ke Apple sejak bulan Agustus ini, namun masih belum terungkap posisinya di dalam proyek istimewa Apple tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Carlson, tercatat Apple telah merekrut Xianqiao Tong, seorang teknisi dari Nvidia yang mengembangkan peranti lunak komputer sebagai sistem pembantu pengemudi.
Beberapa waktu lalu, Elon Musk selaku pendiri Tesla menyatakan Apple melakukan upaya cukup tinggi untuk merekrut karyawan-karyawannya.
"Apple berusaha keras sekali untuk merekrut karyawan Tesla. Tapi sejauh ini hanya sedikit yang benar bergabung di sana," ujar Musk dalam wawancara dengan Bloomberg Businessweek sekitar Februari silam.
Apple dan Tesla nyatanya gemar saling membajak karyawan. Tesla sendiri telah merekrut setidaknya 150 mantan karyawan Apple, yang termasuk para teknisi dan pengacara.
Mengacu pada pengembangan proyek mobil listrik Apple, perusahaan telah merekrut Haran Arasaratnam dari Ford Motor untuk bekerja sebagai teknisi baterai dan Robert Gough dari perusahaan penyokong otomotif Autoliv untuk bekerja di proyek istimewa ini. Mereka juga berani membajak Presiden & CEO Divisi Penelitian dan Pengembangan Mercedes-Benz Amerika Utara, Johann Jungwirth. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Sistem dan Teknik Mac.
Apple mengaku telah memikirkan pengembangan mobil sejak lama. Senior Vice President divisi pemasaran Apple, Phil Schiller mengatakan bahwa para jajaran eksekutif sudah berdiskusi memproduksi mobil sebelum iPhone dirilis pada 2007 silam. (eno)