Tuntutan tersebut diajukan di pengadilan San Francisco, Amerika Serikat. PhantomAlert adalah salah satu perusahaan yang juga bergelut dibidang navigasi dan peta digital.
PhantomAlert menuding bahwa perusahaan asal Israel, Waze, telah mencuri data mereka sebelum dibeli Google pada 2013. Hal ini terlihat dari sejumlah pesan error dan data peta yang sudah ditandai identitas milik PhantomAlert.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tudingan itu benar, maka Waze disinyalir mencuri basis data tersebut dengan tujuan menaikkan harga jual ke Google. Sebagai catatan bahwa saat itu Waze dibeli senilai US$ 1 miliar, angka yang sangat fantastis untuk sebuah aplikasi.
"Saat saya melihat peta mereka, saya melihat hal yang tidak lazim. Bagaimana mungkin pesan error dan watermark saya ada di peta mereka," kata Seyoum.
Video: Di balik Akurasi Peta Digital Waze
[Gambas:Video CNN] (eno)