Fatiha adalah satu dari puluhan wanita yang menjadi pengemudi BluJek. Ia mengaku bergabung dengan armada tersebut untuk mendapatkan pendapatan lebih.
“Kalau pagi saya narik BluJek dulu, siangnya baru kuliah,” kata mahasiswi fakultas ekonomi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sepertinya saya hanya akan melayani kurir barang dan belanjaan saja. Enam order sehari sudah cukuplah,” katanya, waktu ditemui CNN Indonesia beberapa waktu lalu.
Sejauh ini BluJek sudah memiliki lebih dari tiga ribu pengendara ojek yang siap dioperasikan secara berkala. Kebanyakan dari mereka memang berasal dari ojek-ojek pangkalan.
“98 persen mitra kami adalah tukang ojek pangkalan,” kata Garrett Kartono, salah satu pendiri BluJek.
(eno)