Datacomm Menjajal Potensi Bisnis Cloud

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Senin, 12/10/2015 07:30 WIB
Datacomm Menjajal Potensi Bisnis Cloud Sutedjo Tjahjadi, Managing Director Datacomm Cloud Business (kiri), President Director Datacomm, Tan Wie Tjin (tengah), Konsultan Independen Cahyana Ahmadjayadi (kanan) saat peluncuran Datacomm Cloud Business (DCB) yang fokus memberikan layanan cloud computing. (Dok.Datacomm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Datacomm sebagai perusahaan penyedia solusi IT turut melebarkan pasarnya di Indonesia dengan menjajal pasar cloud computing atau komputasi awan. Karena seperti diketahui, komputasi awan semakin jamak digunakan oleh perusahaan.

"Teknologi cloud computing memberikan peluang bagi pebisnis melakukan investasi teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi, daya saing dan diferensiasi untuk pasar mereka," ujar President Director Datacomm, Tan Wie Tjien, di Jakarta.

Dia juga yakin peningkatan adopsi komputasi awan di Indonesia dapat juga menjadi business enabler untuk meningkatkan perekonomian di Tanah Air.


Untuk masuk ke bisnis ini, dibentuklah Datacomm Cloud Business dengan modal untuk memberikan layanan cloud computing seperti, pengalaman selama 25 tahun, Sumber Daya Manusia 350 orang dan membangun data center sendiri dengan sertifikasi internasional.

Saat ini, DCB menawarkan dua produk cloud computing, yaitu Sentriciti dan Cloudciti. Sentriciti merupakan layanan Security-as-a-service (SecaaS) yang meliputi Security Remote Monitoring (SRM), Security Device Management (SDM), dan Security Professional Services (SPS). Produk ini ditujukan bagi pelanggan yang harus memenuhi dan mematuhi peraturan Keamanan Informasi Perusahaan.

Sedangkan Cloudciti menawarkan berbagai layanan Cloud-as-services (XaaS) yang meliputi Enterprise Infrastructure as a Service (IaaS), Enterprise Email Services, Backup & Disaster Recovery as a Service, Mobile Collaboration Platform as a Service, dan Enterprise Mobility Management as a Service.

Berbagai industri, seperti hospitality, logistik, security, pemerintahan, edukasi, lembaga riset, sektor publik, financial services, health care, oil dan gas akan menjadi target layanan cloud computing Datacomm Cloud Business.