Pelanggan XL Turun tapi Pendapatan Naik

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2015 18:07 WIB
Pelanggan XL Turun tapi Pendapatan Naik Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini (Dok.XL Axiata)
Jakarta, CNN Indonesia -- XL Axiata mulai menuai hasil baik setelah fokus perusahaan tak lagi berpatok pada kuantitas jumlah pelanggan. Hal ini bisa dilihat dari kenaikan average revenue per user (ARPU).

CEO XL  Axiata Dian Siswarini mengungkap ARPU perusahaan sejak awal tahun 2015. Dian mengatakan, XL mencapai ARPU dari Januari lalu adalah Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu. Kemudian di kuartal kedua, ARPU mengalami peningkatan menjadi Rp 31 ribu.

"Sebetulnya kuartal tiga belum dirilis laporan resminya, yang jelas ada kenaikan lagi menjadi sekitar Rp 40 ribu," kata Dian saat dijumpai di Graha XL, Jakarta, Jumat (16/10).


Ia menyambung, "ARPU kami memang kebanyakan berasal dari layanan data. Layanan voice juga menyumbang tapi memang porsi data jauh lebih besar."

Berdasarkan catatan laporan perusahaan, total pelanggan XL pada kuartal kedua lalu adalah sekitar 46 juta orang. Dian menyebutkan bahwa ada penurunan jumlah pelanggan di kuartal ketiga namun ia belum bisa menyebut angka pastinya.

"Ya, pelanggan kami memang turun tapi pendapatan naik. Itu semua mayoritas dari layanan data. Sementara untuk layanan SMS turunnya sangat drastis karena sepertinya orang-orang melihat SMS itu sangat kuno," ujarnya lagi.

Dian menekankan kendati jumlah pelanggan menurun, namun pemakaian layanannya semakin meningkat. Dengan kata lain, kualitas pelanggan XL semakin tumbuh karena sudah mulai memaksimalkan usage.

Dian kemudian berbicara secara industri, bahwa layanan SMS dan voice memang sudah 'dibantai' oleh paket data, tetapi kebanyakan orang masih menggunakan panggilan keluar sehingga penurunannya tak sedrastis SMS.

"Seiring harga per menit yang lebih tinggi, pemakaian voice sebetulnya masih banyak jadi ya posisinya masih di atas layanan SMS," Dian menjelaskan.

Sesuai apa yang diucapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bahwa pasar seluler di Indonesia mulai jenuh dan semua pihak diharapkan mendukung untuk mencapai tingkat kematangan. Kini bukan saatnya lagi bagi perusahaan telekomunikasi untuk mengejar jumlah pelanggan, tetapi mulai harus mengincar pendapatan.

XL pun percaya bahwa perusahaan sudah mulai mampu mengembangkan pendapatan dan banyak proyek lain sebagai keuntungan tersendiri dan tak semata-mata hanya fokus menggaet kuantitas pelanggan dari penjualan kartu SIM.

(tyo/tyo)