Catatan Pelanggan Situs Porno Terancam Tersebar
Trisno Heriyanto | CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2015 08:13 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Data para pengguna situs porno di seluruh dunia terancam akan tersebar. Celakanya lagi, pelaku bisa saja menautkan data tersebut ke akun Facebook korban.
Hal itu diungkapkan pakar teknologi biologi Brett Thomas. Ia melihat ada beberapa celah yang memungkinkan hal itu bisa terjadi.
Menurut Thomas, Anda yang membuka situs porno pada 2015 bisa dilacak dengan mudah oleh para peretas, tak peduli jika Anda sedang online dalam mode Incognito.
“Setiap saat pelaku bisa mempublikasikan riwayat Anda saat mengakses situs porno yang ditautkan melalui email ke akun Facebook,” tulis Thomas, melalui blog pribadinya.
Menurut Thomas pelaku akan bisa mengambil semua catatan tersebut melalui jejak pengguna pada setiap browser. Jejak yang ditinggalkan ini unik, dan setiap pengguna memiliki jejak yang berbeda yang bisa ditautkan pada satu identitas.
Menyamarkan alamat IP memang sedikit membantu, tapi bukan berarti bisa bebas begitu saja. Karena bagaimana pun sistem tetap akan memberikan identitas asli pengguna.
“Saya rasa ancaman terbesar di Internet selanjutnya adalah soal privasi. Eksploitasi data pribadi yang bisa memalukan apabila diketahui orang lain,” kata Thomas, seperti dikutip dari Metro.co.uk, Senin (19/10).
(eno)
Hal itu diungkapkan pakar teknologi biologi Brett Thomas. Ia melihat ada beberapa celah yang memungkinkan hal itu bisa terjadi.
Menurut Thomas, Anda yang membuka situs porno pada 2015 bisa dilacak dengan mudah oleh para peretas, tak peduli jika Anda sedang online dalam mode Incognito.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Thomas pelaku akan bisa mengambil semua catatan tersebut melalui jejak pengguna pada setiap browser. Jejak yang ditinggalkan ini unik, dan setiap pengguna memiliki jejak yang berbeda yang bisa ditautkan pada satu identitas.
“Saya rasa ancaman terbesar di Internet selanjutnya adalah soal privasi. Eksploitasi data pribadi yang bisa memalukan apabila diketahui orang lain,” kata Thomas, seperti dikutip dari Metro.co.uk, Senin (19/10).
(eno)