Salah seorang pendiri Google yang bertanggung jawab dalam pengembangan proyek di Google X, Sergey Brin menyempatkan diri untuk mengunjungi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Ia menjabarkan sejumlah hal mengenai technical test Project Loon yang akan dijalankan di Indonesia.
"Soal waktu pasti technical test ini akan berlangsung, saya masih harus mengecek ke mitra lokal soal ini," ucap Brin saat dijumpai di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui tiga operator raksasa Indonesia yang telah menandatangani kerjasama dengan Google pada Oktober lalu adalah Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.
Bagi Brin, Project Loon sejauh ini merupakan hal yang sangat besar bagi Indonesia, mengingat Tanah Air adalah negara kepulauan. Brin mengatakan, banyak pulau kecil di Indonesia yang layak mendapatkan akses Internet.
alah seorang pendiri Google, Sergey Brin memberikan keterangan terkait kerjasama Google dalam pariwisata Indonesia. Senin, 28 Desember 2015. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. |
Masih terkait uji coba Project Loon, Rudiantara menyatakan bahwa selain menyiapkan alokasi frekuensi untuk penggunaan Loon di spektrum 900 MHz, pihak pemerintah dan operator butuh memberi edukasi kepada masyarakat.
Chief RA — begitu ia kerap disapa — menganggap edukasi dan sosialiasi tentang teknologi balon pintar sebagai 'BTS terbang' ini sangat penting.
Hal senada juga disampaikan oleh Rudiantara, bahwa kuartal pertama 2016 akan dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan ketiga operator Indonesia ini.
"Kuartal pertama tahun besok itu bakal kita pakai untuk diskusi secara teknis tentang Loon dengan para operator. Setelahnya baru bisa jalankan uji cob Loon," tutur Rudiatara, menutup obrolan. (eno/eno)
alah seorang pendiri Google, Sergey Brin memberikan keterangan terkait kerjasama Google dalam pariwisata Indonesia. Senin, 28 Desember 2015. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono.