Konflik ini dipicu oleh seorang pengemudi perempuan di GrabBike yang pada kemarin malam, berhenti di Stasiun Cawang. Pengemudi itu tidak mengambil penumpang di sana maupun mengambil penumpang dari panggilan aplikasi.
Ia mengaku telah diintimidasi oleh pengemudi ojek pangkalan setempat, dan menginformasikan hal ini kepada rekan pengemudi GrabBike yang lain di grup aplikasi pesan instan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita selalu anjurkan mitra untuk berdampingan dengan opang (ojek pangkalan-red) maupun kompetitor," tutur Kiki saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Biasanya, para pemimpin pengemudi GrabBike di suatu tempat, membuat kesepakatan untuk hanya mengambil penumpang yang berdasarkan panggilan di aplikasi. Sementara pengemudi ojek pangkalan mengambil penumpang yang datang langsung ke mereka.
Kiki berkata saat ini para pengemudi GrabBike itu sudah bubar sekitar jam 11.45, sementara pengemudi yang terkait dan perwakilan GrabBike masih berdiskusi dengan pengemudi ojek pangalan guna mencari jalan tengah dan kesepakatan.
(adt/tyo)