Hal ini diungkapkan organisasi penegak hukum kepada hakim yang menangani perseteruan Apple dengan FBI terkait kasus enkripsi iPhone. Mereka berkata punya "banyak contoh" yang memperlihatkan iPhone dipakai oleh para penjahat.
Lembaga Federal Law Enforcement Officers Association mencatat, otoritas New York pada 2015 sempat menyadap panggilan telepon narapidana di penjara yang menggunakan iPhone.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Apple vs FBI: Privasi atau Kemanusiaan? |
Pernyataan ini muncul dari lembaga negara karena pemerintah sedang meminta Apple memberi kunci enkripsi ponsel iPhone 5c milik Syed Ridwan Farook, pelaku penembakan di San Bernardino, California.
Apple menolak memberikan enkripsi atas dasar privasi. Lebih dari itu, Apple berkata Departemen Kehakiman dan FBI coba mencari kunci untuk membongkar privasi secara keseluruhan.
Hakim Sheri Pym dari pengadilan California meminta Apple untuk membantu FBI agar membongkar kode enkripsi dari iPhone milik Farook tersebut. FBI tak mau membongkar paksa karena bakal merusak data di dalamnya.
FBI butuh data itu untuk melihat kemungkinan hubungan Farook dengan kelompok militan atau setidaknya mengetahui kepribadian Farook. Apple sendiri mau memenuhi permintaan data “yang tepat dan masuk akal.” (adt)