Riset: Pokemon Go Saingi Snapchat dan Twitter

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 12/07/2016 13:59 WIB
Meroketnya popularitas Pokemon Go membuat game ini berhasil 'melucuti' media sosial besar sekelas Twitter hingga Snapchat. Pokemon Go. (Dok. Niantic, Inc. via Youtube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kehebohan permainan Pokemon Go yang mewabah di kalangan anak muda tercatat mampu menyaingi jejaring sosial Snapchat dan Twitter.

Pokemon Go yang memanfaatkan teknologi augmented reality ini memungkinkan para gamer seolah-olah menjadi trainer dan memburu Pokemon virtual di dunia nyata.

Game yang dikembangkan oleh Niantic Inc. asal San Francisco ini sejatinya baru resmi diluncurkan di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru pada 4 Juli kemarin.



Dari laporan lembaga riset SimilarWeb, baru dua hari dirilis yakni pada 8 Juli, aplikasi Pokemon Go telah diunduh oleh 5,16 persen perangkat Android di jagat AS, mengalahkan jumlah unduh aplikasi kencan Tinder.

Sementara aspek penggunaan aplikasi harian, Pokemon Go digunakan setiap harinya oleh lebih dari 60 persen dari perangkat Android di AS yang sudah mengunduh aplikasi tersebut.

Ini artinya, sekitar tiga persen dari seluruh populasi perangkat Android adalah gamer Pokemon Go.

Melihat data persentase SimilarWeb, angka tiga persen tersebut memepet jumlah pengguna aktif harian Twitter di AS yang stagnan di sekitar 3,5 persen.

Data lain yang lebih mencengangkan adalah dari segi pemakaian waktu. Aplikasi Snapchat hingga pesan instan WhatsApp berhasil ditaklukan Pokemon Go.

Belakangan ini ramai pemberitaan para gamer rela menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain Pokemon Go dengan rata-rata 43 menit 23 detik per harinya.

Sementara rata-rata netizen menggunakan WhatsApp dalam satu hari sekitar 30 menit 27 detik. Urutan ketiga ditempati Instagram dengan 25 menit 16 detik. Di bawahnya baru ada Snapchat dan Facebook Messenger, dengan masing-masing waktu 22 menit 53 detik dan 12 menit 44 detik.

Permainan Pokemon Go sejatinya memungkinkan pemain untuk menangkap Pokemon yang menghuni di taman, pusat perbelanjaan, trotoar, dan pedesaan di tempat-tempat seluruh dunia.

Hal ini mampu membuat para gamer 'tenggelam' di dunia augmented reality untuk mencari Pokemon di segala sudut lokasi.

Banyak pihak yang memperingatkan para pengguna Pokemon Go agar tetap fokus terhadap dunia nyata dan waspada dengan lingkungan sekitar demi terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Banyak yang melaporkan sejumlah kejadian berbahaya, seperti dirampok, terjatuh, hingga tertabrak mobil. Semuanya terjadi karena para gamer tersebut terlalu asyik bermain dan fokus pada ponsel, sehingga banyak yang lalai tidak memperhatikan situasi sekitar. (adt)