Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah bercerita bahwa dirinya pernah disambangi secara langsung oleh Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian diminta membangun BTS (Base Transceiver Station) di beberapa titik.
“Mereka meminta Telkomsel membangun sekitar 12 titik lokasi. Tujuannya untuk operasional (TNI),” kata Ririek, di Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
Lihat juga:Menjaga Perbatasan dengan Telekomunikasi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita pasti minta bantuan juga dari lembaga lain. Seperti di Papua, bagi kita itu termasuk tantangan juga karena selain konturnya juga keamanannya,” katanya.
“Komitmen ini yang kami sebut BTS Merah Putih, karena dari sisi pelanggan dan ekonomi pasti tidak akan bertambah,” ungkapnya.
Adapun secara nasional, saat ini Telkomsel telah mengoperasikan 627 BTS yang berlokasi di perbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Australia, Filipina, dan Papua Nugini. Dari 627 BTS yang berbatasan langsung dengan tujuh negara tetangga tersebut, 148 di antaranya merupakan BTS 3G yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam mengakses layanan data.
Ririek menambahkan, sudah seharusnya memang perbatasan menjadi hal penting bagi pembangunan. Walaupun di Indonesia,menurutnya daerah perbatasan Indonesia diibaratkan sebagai halaman belakang yang masih bisa menunggu untuk direnovasi.
“Bayangkan, ada di daerah perbatasan ponselnya justru memakai jaringan tetangga. Ini yang mau kita tangkal agar hal tersebut tidak terjadi,” tandasnya. (tyo/evn)