Untuk memastikan keamanan saat digunakan kembali, Samsung mulai menyematkan software yang bisa membantu baterai terhindar dari panas berlebih (overheat). Samsung juga memberikan pilihan kepada konsumen untuk mengembalikan unit yang telah dibeli atau menukarnya dengan Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge.
Dalam tiga pekan terakhir, perusahaan asal Korea Selatan ini memastikan perangkat pengganti yang telah menggunakan baterai dalam versi lebih aman siap untuk dipasarkan kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak minggu lalu, Galaxy Note 7 kembali dipasarkan di sejumlah negara dan menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Fokus kami memastikan semua perangkat diganti dengan cepat," kata Koh mengutip Sammobile.
Menurutnya, kemunculan kembali Galaxy Note 7 masih dinanti sekitar 90 persen konsumen di berbagai negara masih setia memilih ponsel flagship terbaru Samsung tersebut. Lebih dari 60 persen ponsel yang telah terjual di AS dan Korea tercatat ikut serta dalam program tukar tambah.
Mengacu pada data-data tersebut, Koh mengaku terkesan dengan sikap loyal konsumen terhadap Galaxy Note 7.
"Kami percaya diri konsumen akan tetap memlih produk Samsung, inilah harapan kami agar konsumen segera mendapatkan unit pengganti," ungkapnya.
Meskipun ada laporan sejumlah insiden yang disebabkan meledaknya baterai Galaxy Note 7, konsumen disebutnya tidak terpengaruh dengan hal itu dan tetap menanti kemunculan perangkat baru. (evn)