Setelah Galaxy Note 7, Giliran Mesin Cuci Samsung Meledak

Bintoro Agung Sugiharto, CNN Indonesia | Kamis, 29/09/2016 16:38 WIB
Pemilik mesin cuci Samsung di Texas, Georgia, dan Indiana melayangkan tuntutan hukum terhadap Samsung akibat mesin cuci yang sedang digunakan meledak. Ilustrasi mesin cuci pintar AddWash Samsung (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Instansi berwenang Amerika Serikat melayangkan peringatan kepada sejumlah pemilik mesin cuci Samsung terkait isu keamanan. Peringatan tersebut diberikan menyusul insiden ledakan yang berasal dari mesin cuci buatan raksasa teknologi Korea Selatan itu.

CNN Money melaporkan Komisi Keamanan Produk Konsumen AS yang mengurus masalah ini menyebut peringatan diberikan kepada pemilik mesin cuci yang dibuat di antara Maret 2011 dan April 2016 tanpa mengatakan model tertentu.

Menurut komisi tersebut kecepatan putaran mesin mempengaruhi faktor risiko dari mesin. Mereka menyarankan para pemilik agar menggunakan mesin cuci hanya dengan kecepatan putaran rendah untuk mengurangi risiko kerusakan dan cedera.



Sebulan sebelumnya, sejumlah pemilik mesin cuci Samsung dari Texas, Georgia, dan Indiana telah melayangkan tuntutan hukum terhadap Samsung akibat mesin cuci yang sedang digunakan meledak.

Dalam rekaman sidang seorang pemilik dari McAllen, Texas, ledakan yang terjadi begitu dahsyat hingga menembus dinding dalam garasinya. Sedangkan pemilik dari Dallas, Georgia, mengaku merasakan ledakan yang dihasilkan seperti dentuman bom.

Perkara ini, yang telah sampai di meja pengadilan federal New Jersey, sama dengan laporan berita lokal. Berkas perkara bahkan mengklaim Samsung telah mengumpulkan dan menghancurkan seluruh barang bukti dari mesin cuci yang telah meledak.


Samsung menolak menanggapi proses pengadilan yang berjalan. Mereka hanya merujuk sebuah komentar di situs resmi Samsung bahwa mereka masih mencari solusi terbaik soal isu keamanan bersama instansi berwenang AS.

"Dalam kejadian tertentu, unit yang terpengaruh mungkin mengalami getaran abnormal sehingga berpotensi menciderai seseorang atau merusak properti di sekitar saat mencuci seprai, bahan yang tebal atau bahan anti-air," tulis Samsung dalam pernyataan di situs web mereka.

Perusahaan juha menyampaikan bahwa, "Model yang dijual di luar Amerika Utara tidak terpengaruh dengan masalah ini."

Samsung membela diri dengan menyebut tak ada insiden yang terjadi dari sekian kali pelanggan menggunakan mesin cuci mereka sejak 2011.

Awal September Samsung telah menghadapi rentetan kasus meledaknya Galaxy Note 7 yang mengharuskan mereka menarik kembali 2,5 juta unit di seluruh dunia terkait kerusakan pada baterai. Pekan ini, seorang warga di China yang baru saja memperoleh unit pengganti Galaxy Note 7 dari Samsung melaporkan kembali adanya ledakan saat sedang mengisi baterai. (evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK