Terungkap, Kerugian Samsung Jika Gagal Jual Galaxy Note 7

Aditya Panji, CNN Indonesia | Selasa, 11/10/2016 15:31 WIB
Credit Suisse memprediksi Samsung berpotensi rugi US$17 miliar atau sekitar Rp221 triliun jika gagal menjual Galaxy Note 7. Ponsel pintar Galaxy Note 7 milik Brian Green asal Indiana, AS, yang terbakar saat berada di pesawat Southwest Airlines pada 5 Oktober 2016. (Brian Green via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi Samsung kembali menghentikan penjualan Galaxy Note 7 untuk kedua kalinya. Perusahaan finansial Credit Suisse memprediksi Samsung bisa mengalami kerugian sebesar US$17 miliar atau sekitar Rp221 triliun akibat gagal menjual Galaxy Note 7.

Kerugian tersebut merupakan prediksi Credit Suisse jika Samsung benar-benar berhenti menjual Galaxy Note 7, yang berarti Samsung mengalami hilang penjualan sebanyak 19 juta unit ponsel atau setara uang hampir US$17 miliar yang diharapkan Samsung dari siklus produk Galaxy Note 7 ini.

Galaxy Note 7 sendiri merupakan ponsel pintar kelas premium yang seharusnya diandalkan Samsung untuk bersaing dengan iPhone 7 Plus di tahun 2016. Selain Galaxy Note 7, di segmen premium ini Samsung juga mengandalkan Galaxy S7.


Penarikan produk Galaxy Note 7 dari pasar ini merupakan skala terbesar yang pernah dialami Samsung. Pada September lalu, Samsung menarik 2,5 juta Galaxy Note 7 dari 10 negara. Kemudian di Oktober ini, Samsung kembali menghentikan penjualan Galaxy Note 7 karena unit penggantinya dilaporkan masih bermasalah pada komponen baterainya.


Pada tahap awal penarikan produk Galaxy Note 7, sebelumnya Samsung diprediksi mengalami kerugian US$5 miliar atau sekitar Rp66 triliun. Perkiraan tersebut dihitung oleh analis Strategy Analytics dengan menggabungkan biaya recall dan kerugian penjualan.

Di Amerika Serikat, regulator keamanan dan keselamatan konsumen setempat, pada September lalu mengungkap data ada 92 laporan baterai panas Galaxy Note 7 di negara itu, yang menyebabkan 26 laporan luka bakar dan 55 kerusakan properti.

Samsung, yang memiliki nilai pasar US$235 miliar, juga menghadapi dua gugatan hukum konsumen Galaxy Note 7 di Negeri Paman Sam yang merasa dirugikan oleh produk tersebut.


Harian Hankyoreh asal Korea Selatan, melaporkan, Samsung kemungkinan besar akan berhenti menjual Galaxy Note 7 secara permanen. Samsung sendiri tidak berkomentar atas laporan tersebut.

Selain kerusakan dalam hal keuangan, insiden yang terus menerpa Galaxy Note 7 ini diprediksi para analis akan memengaruhi reputasi Samsung dalam jangka panjang.

"Dalam skenario terburuk, AS bisa menyimpulkan produk itu cacat secara fundamental dan bisa mengeluarkan larangan penjualan perangkat," kata Song Myung-sub, seorang analis di HI Investment Securities seperti dikutip dari Reuters.

Analis lain berpendapat insiden ini memengaruhi bisnis komponen Samsung, mengingat Samsung juga menyediakan jasa membuat sejumlah komponen kunci ponsel seperti layar, memori, sampai cip.

Bukan cuma di sektor ponsel, Samsung selama ini juga menyediakan komponen untuk perangkat televisi, komputer, dan peralatan elektronik lain. Kompetitor terbesarnya, Apple, merupakan salah satu pelanggan besar bisnis komponen Samsung. (adt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK