Perisitiwa ini dialami oleh Brian Green asal Indiana yang menumpang pesawat Southwest Airlines dari Louisville, Kentucky, ke Baltimore, Maryland.
Istri Green yang bernama Sarah, berkata kepada Reuters bahwa suaminya telah mengganti unit Galaxy Note 7 dengan perangkat baru sekitar dua pekan lalu setelah mendapat pesan teks dari Samsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Verge memastikan bahwa perangkat itu adalah Galaxy Note 7. Situs teknologi tersebut berhasil menghubungi Green lewat panggilan telepon. Green sendiri mengaku telah mengambil unit baru Galaxy Note 7 yang diganti pada 21 September lalu di toko AT&T.
Green berkata selama ini ia menggunakan metode isi ulang nirkabel sejak ponsel itu ia ambil dari AT&T.
Kini, unit Galaxy Note 7 milik Green dibawa oleh tim pemadam kebakaran Louisville untuk diperiksa.
Samsung mengatakan dalam sebuah pernyataan mereka sedang bekerja memulihkan perangkat dan berusaha memahami penyebabnya.
“Selama kami belum mengambil perangkat, kami tidak dapat memastikan bahwa insiden itu melibatkan Galaxy Note 7 baru,” tulis Samsung kepada Reuters.
Samsung pada September lalu mengambil langkah menarik 2,5 juta perangkat Galaxy Note 7 dari 10 negara setelah mengetahui ada masalah manufaktur unit baterai yang membuatnya rentan panas dan meledak.
Penarikan Galaxy Note 7 dari pasar ini merupakan skala terbesar yang pernah dialami Samsung. (adt)