Indra Yonathan, Country General Manager Shopback Indonesia mengatakan tren e-commerce di Indonesia tahun depan akan lebih spesifik dan tidak lagi 'palugada' (apa lu mau gue ada).
"Kedepan akan semakin banyak pemain e-commerce vertifikal yang spesifik menjual satu kategori produk, hal itu sejalan dengan yang terjadi di negara-negara maju," kata Indra sesaat setelah diskusi media di Jakarta, Selasa (5/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tahun depan jumlahnya akan semakin bertambah, baik dari sisi pelaku e-commerce lokal maupun asing maupun dari sisi kategori produk yang ditawarkan.
Terlebih saat ini netizen Indonesia yang mulai melakukan transaksi daring jumlahnya kian meningkat setiap tahunnya. Netizen yang sudah pernah melakukan transaksi daring dipastikan akan kembali berbelanja dengan nominal yang lebih besar dari sebelumnya.
Riset daring yang dilakukan oleh Shopback terhadap 2.734 responden di Medan, Jakarta, Jogjakarta, Bandung, dan Surabaya mendapati saat pertama kali melakukan belanja daring netizen cenderung menghabiskan uang kurang dari Rp250 ribu. Jumlah tersebut meningkat dua hingga empat kali lipat saat transaksi berikutnya dan ketika ada momen khusus.
"Sekitar 43 persen responden yang kami survei mengaku paling tertarik belanja online karena ada potongan harga. Meski kerap ada kendala pada faktor pengiriman, hal itu tidak jadi masalah asalkan dapat barang murah," pungkas Indra.
Urusan pengiriman barang menjadi salah satu keluhan yang kerap dihadapi pembeli produk online. Untuk menjawab hal tersebut, sejumlah pelaku e-commerce pun menawarkan ongkos kirim gratis dan kerjasama dengan perusahaan transportasi online bagi pemesan yang ingin mendapatkan barang pesanan di hari yang sama. (pit)