Dalam laporan kuartal ketiga (Q3) yang dirilis lembaga analis IDC tetap menempatkan Samsung sebagai pemimpin bisnis ponsel pintar di Indonesia disusul Oppo dan Asus di posisi kedua dan ketiga.
Konsistensi kampanye pemasaran di toko ritel tercatat berhasil meningkatkan pengapalan ponsel Samsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IDC juga melihat segmen menengah mengalami pertumbuhan paling signifikan untuk bisnis ponsel pintar di Indonesia.
Oppo F1 dan Samsung Galaxy J7 yang dibanderol di kisaran Rp3 juta hingga Rp4 juta mengalami pertumbuhan signifikan. Sementara ponsel yang dibanderol kurang dari Rp3 juta masih mengalami permintaan tertinggi untuk segmen ponsel 4G entry level dengan RAM 2 GB dan memori internal 16 GB.
Dibandingkan Q2, jumlah pangsa pasar ponsel 4G juga meningkat menjadi 58 persen sengan pertumbuhan sekunsial mencapai 8 persen. Program bundling operator dengan vendor ponsel menjadi salah satu penyebab tingginya adopsi ponsel 4G.
Menariknya, perusahaan riset asal AS ini juga mencatat permintaan ponsel dengan layar bongsor di Indonesia meningkat menjadi 16 persen year-on-year.
Kebiasaan orang Indonesia menggunakan ponsel untuk chatting, menonton video, bermain game, dan mengakses internet menjadikan permintaan untuk ponsel layar bongsor meningkat.
"Sebagian besar transaksi masih berasal dari vendor besar seperti Samsung, Oppo, dan Asus. Tipe Samsung Galaxy J7, Oppo F1, dan Asus Zenfone Selfie menjadi model paling populer," imbuh Haryo. (evn)